Jember – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta Unej) menciptakan inovasi peternakan ayam ramah lingkungan dengan teknologi Biopond Machine Black Soldier Fly Maggot Separator (Biomastor). Inovasi ini dirancang untuk mengintegrasikan peternakan ayam dengan maggot melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).
“Teknologi itu dirancang untuk mengintegrasikan peternakan ayam dengan maggot melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI),” kata Ketua Tim PKM-PI Fapet Unej, Billah Noer Amien, di Jember, Minggu (14/7/2024).
Desain dan Fungsi Biomastor
Tim PKM-PI Fapet Unej yang terdiri dari Billah Noer Amien, Sylica Hersy Govenia, Siti Nuraini, Moh Rafli Rizal Andriansyah, dan Muchammad Rizki Fermanda, dengan dosen pendamping Ratih Apri Utami, berhasil menciptakan teknologi Biomastor. Teknologi ini dirancang dengan tiga tingkatan:
- Tingkat Atas: Wadah budidaya maggot yang dapat dibuka ke bawah.
- Tingkat Kedua: Ayakan untuk memisahkan hasil penguraian maggot.
- Tingkat Bawah: Wadah penampung residu penguraian maggot.
“Melalui penerapan teknologi itu, peternakan terintegrasi dapat diwujudkan melalui pemanfaatan limbah kotoran ayam sebagai pakan maggot BSF,” ujar Billah.
Proses dan Hasil Teknologi Biomastor
Maggot BSF menguraikan limbah kotoran ayam dan menghasilkan residu yang disebut kasgot, sementara maggot tumbuh menjadi maggot segar. Teknologi Biomastor meningkatkan diversifikasi hasil budidaya, termasuk telur dan daging ayam, maggot segar (dewasa), baby maggot, dan kasgot.
Maggot segar digunakan sebagai alternatif pakan unggas pengganti konsentrat, sedangkan kasgot digunakan sebagai pupuk organik. Durasi budidaya maggot menggunakan limbah kotoran ayam memerlukan waktu 14 hari dan satu kali panen dapat menghasilkan 20 kg kasgot.
“Saya berharap keberhasilan teknologi Biomastor itu dapat memberikan inspirasi dan contoh bagi peternak lain di wilayah Jember dan sekitarnya untuk mengadopsi prinsip Integrated Farming yang modern dan ramah lingkungan,” kata Billah.
