Jember – Pelayanan kesehatan tidak lagi hanya berpusat di puskesmas atau rumah sakit. Melalui Program Homecare yang segera dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember, tenaga kesehatan akan mendatangi masyarakat secara langsung. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) yang menilai layanan berbasis kunjungan rumah dapat memperkuat akses kesehatan sekaligus menjadi model pelayanan bagi daerah lain.
Program Homecare disiapkan sebagai layanan kesehatan yang menyasar masyarakat dengan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan. Dekan FK Unej, dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp. LBL (K), menyebut program tersebut menjadi bagian dari inovasi pelayanan yang mendukung Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke lingkungan tempat tinggal warga.
“Homecare yang akan dilaunching Pemerintah Kabupaten Jember merupakan salah satu program unggulan yang menjadi inovasi dan kolaborasi dari program pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar di rumah, mulai dari pengukuran tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, pengecekan kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Selain layanan tatap muka, program ini juga menyediakan fasilitas konsultasi kesehatan melalui telemedicine sehingga masyarakat dapat mendiskusikan hasil pemeriksaan maupun memperoleh arahan terkait penanganan penyakit yang dialami.
Petugas kesehatan yang melakukan kunjungan juga akan mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh. Apabila diperlukan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit sesuai kebutuhan medis. Sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi dini penyakit sekaligus mencegah munculnya komplikasi yang lebih berat.
Kelompok masyarakat yang menjadi prioritas dalam Program Homecare meliputi lanjut usia yang hidup sendiri atau terlantar, anak yang mengalami stunting beserta penyakit penyerta, ibu hamil dengan risiko tinggi, hingga penderita penyakit kronis yang memerlukan pengawasan rutin. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
Menurut dr. Ulfa, program tersebut memiliki potensi besar dalam menurunkan angka komplikasi penyakit sekaligus mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember. Ia menilai pelayanan yang dilakukan secara langsung di rumah dapat meningkatkan keberhasilan upaya promotif dan preventif.
“Dengan data yang lengkap, pemerintah daerah akan lebih mudah menyusun program promotif dan preventif di bidang kesehatan yang saat ini turut didukung oleh BPJS Kesehatan guna menekan angka kejadian berbagai penyakit di masyarakat,” jelasnya.
Seluruh hasil pemeriksaan akan diintegrasikan ke dalam rekam medis elektronik di puskesmas sesuai domisili pasien. Integrasi data tersebut memungkinkan pemerintah daerah memperoleh gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat sehingga kebijakan kesehatan dapat disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.
FK Unej berharap Program Homecare mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, inovasi tersebut juga diharapkan berkembang menjadi contoh penerapan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah bagi daerah lain di Jawa Timur maupun tingkat nasional.
