Mojokerto – Suara riuh rendah anak-anak memenuhi GOR Indoor Gajah Mada, bukan untuk pertandingan modern yang serba elektronik, tetapi untuk merayakan kekayaan budaya lewat Pelatihan Olahraga Tradisional. Acara ini dibuka oleh Bupati Ikfina Fahmawati pada pagi yang cerah, Selasa (23/3/2024), sebagai upaya memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda Kabupaten Mojokerto.
Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menyatakan pentingnya menjaga keseimbangan antara teknologi modern dan tradisi lokal. Dalam era digitalisasi yang semakin merajalela, keberadaan olahraga tradisional menjadi penting untuk menjaga kesehatan fisik dan memupuk nilai-nilai tradisional yang turun-temurun.
“Anak-anak kita harus memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan olahraga tradisional agar mereka dapat tumbuh secara seimbang. Kekuatan olahraga ini membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik dan jiwa mereka,” ujarnya penuh semangat.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Mojokerto dan diikuti oleh lebih dari 70 tenaga pengajar sekolah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Mereka diberikan pelatihan untuk menyebarkan dan mengajarkan olahraga tradisional kepada siswa-siswi mereka, sebagai upaya memasyarakatkan dan melestarikan warisan budaya.
Menyadari pentingnya peran pendidik dalam membentuk karakter generasi muda, Bupati Ikfina juga mengajak para tenaga pengajar untuk lebih aktif dalam proses pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
“Saya meminta bantuan dan partisipasi Anda semua untuk mendidik anak-anak kita dengan baik. Mereka adalah masa depan kita, dan tugas kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berwawasan,” tuturnya penuh harap.
Dalam persiapan peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto yang ke-731, acara pelatihan ini juga menjadi persiapan bagi lomba olahraga tradisional seperti panahan dan gobak sodor. Hal ini bertujuan untuk memeriahkan acara peringatan sekaligus menggugah minat masyarakat terhadap olahraga warisan nenek moyang.
Tidak hanya Bupati Ikfina, hadir pula dalam acara ini beberapa pejabat dan penggiat olahraga dari Kabupaten Mojokerto, termasuk Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto, Norman Handito, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.
Dengan semangat yang berkobar, Pelatihan Olahraga Tradisional di Kabupaten Mojokerto menjadi bukti konkret bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat yang penting dalam hati masyarakat, dan upaya pelestariannya harus terus diperjuangkan demi generasi mendatang.
