Wakatobi – Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi menyambut baik Hari Nusantara 2022 digelar diwilayahnya. Ia mengatakan, peringatan Hari Nusantara 2022 yang berlangsung pada 10-14 Desember 2022 di Wakatobi merupakan momentum untuk menjadikan bidang kelautan menjadi pembangunan nasional.
Hari Nusantara merupakan refleksi dari Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia saat itu, Djuanda Kartawidjaya. Deklarasi Djoeanda menyerukan kepada dunia bahwa laut Indonesia di antara dan di dalam kepulauan menjadi satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Batas ukurannya adalah sepanjang 12 mil dari titik terluar pulau, bukan 3 mil seperti yang tersebut dalam Peta Kolonial Belanda bernama Teritoriale Zeeen en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO) terbitan 1939.PBB kemudian menetapkan konsep negara kepulauan dalam konvensi hukum laut internasional atau United Nations Convention On The Law of The Sea (UNCLOS) pada 1982.
Kemudian, UNCLOS mengakui isi Deklarasi Djuanda. Berdasarkan Deklarasi Djuanda tadi, luas wilayah Republik Indonesia saat itu menjadi 2,5 kali lipat dari luas sebelumnya, yaitu dari 2.027.087 kilometer persegi menjadi 5.193.250 kilometer persegi.
“Indonesia menjadi negara maritim harus mampu mengelola potensi sumber daya alam maritim untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ali Mazi.
Menurut orang nomor satu di Sultra ini, sudah tepat penyelenggaraan Hari Nusantara di Bumi Anoa. Sulawesi Tenggara memiliki lebih dari 459 pulau, terumbu karang yang indah, hasil laut yang melimpah, budaya nelayan dan beragam kekayaan alam di perairannya.
Tahun ini, Ketua Pelaksana Hari Nusantara adalah Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Hari Nusantara 2022 mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Maritim Melalui Kolaborasi Investasi Berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit Lebih Kuat”. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan mengatakan, Hari Nusantara 2022 fokus pada kolaborasi investasi yang berkelanjutan.
“Hari Nusantara bertujuan menggugah masyarakat untuk memelihara, menjaga kelestarian, dan mendukung ekosistem laut agar terciptanya kesejahteraan,” ujarnya.
Target jangka pendek peringatan Hari Nusantara ini adalah memberikan keuntungan dari sisi ekonomi. Lebih dari 5.000 orang akan datang ke Wakatobi sekaligus menikmati pesonanya.
“Wakatobi merepresentasikan keindahan alam Indonesia yang cukup kompleks dan bukti bahwa alam laut mampu berkontribusi di sektor pariwisata,” ujarnya.
Dalam gelaran tersebut, terdapat kegiatan bersih laut, kampanye gemar makan ikan dan lomba kuliner Nusantara. Selain itu ada kegiatan pameran UMKM dan panggung hiburan rakyat.
Ada pula acara panen raya rumput laut, menanam mangrove, melepas tukik, demonstrasi paramotor dengan membawa bendera Hari Nusantara 2022, serta pergelaran tari kolosal.
TNI AL dan TNI AU juga ambil bagian dengan menampilkan demonstrasi kekuatan alat utama sistem senjata atau alutsista serta ketangkasan prajurit
