Gerbang ekowisata menawarkan sebuah pengalaman unik di tanah Kutai Timur. Di balik suasana tenang, terpeta desa yang menjadi akses utama menuju Taman Nasional Kutai (TNK) — lengkap dengan observasi orangutan di kawasan Prevab (Mentoko). desa ini menggabungkan kekayaan alam dengan keberagaman budaya.
Fenomena terbaru menunjukkan Dusun Kabo Jaya di Desa Swarga Bara terbukti sebagai pusat ekowisata berbasis masyarakat. Modal sosial mereka tercatat tinggi, nilai 173 (tinggi), menunjukkan kesiapan masyarakat untuk berkembang dalam wisata berkelanjutan.
Dusun ini menghadirkan keanekaragaman wisata menarik: trekking di hutan hujan rendah Prevab, Telaga Batu Arang bekas tambang yang kini menjadi danau eksotis, serta susur Sungai Sangatta melihat panorama hutan dan satwa air.
Keberagaman budaya menjadi nilai lebih: lima etnis—Banjar, Toraja, Bugis, Timor, dan Jawa—bertinggal rukun, hidup berdampingan, dan terbuka memperkenalkan tradisi masing-masing kepada wisatawan. Kuliner khas seperti barongko, ongol‑ongol, dadar gulung, dan batik motif Wakaroros siap dinikmati di bazar Sabtu sore.
Agro‑wisata juga berkembang: pengunjung dapat mengunjungi lahan pertanian padi, jagung, cabai, serta perkebunan pisang, papaya, nanas, yang dijalankan oleh warga. Tak ketinggalan sektor peternakan dengan sapi dan bebek terpadu dalam skema PESAT, hasil kolaborasi dengan PT KPC.
Fasilitas desa mencakup dermaga kapal ketinting sebagai pintu masuk ke TNK, homestay sederhana, dan warung lokal. Namun, tantangan seperti kurangnya event tahunan, minim promosi, serta perlunya standarisasi paket wisata masih perlu ditangani.
Suatu narasumber mendesak peningkatan kualitas penyelenggaraan program wisata, “Masyarakat belum mampu memanfaatkan penuh potensi kunjungan wisatawan,” katanya. Kini digagas strategi pengembangan seperti event budaya tahunan, dermaga lebih representatif, pelatihan SDM, dan kemitraan intensif dengan dinas pariwisata serta TNK.
Dukungan sosial modal tinggi menunjukkan kesiapan masyarakat menerima perubahan positif. Nilai tinggi norma sosial dan kepedulian lingkungan menjadi modal kuat untuk pengembangan ekowisata berlandaskan budaya setempat.
Dusun Kabo Jaya bukan sekadar tol masuk ke TNK, tapi miniatur Indonesia yang memadukan konservasi alam, budaya multietnis, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan penyusunan program terstruktur, desa ini berpotensi besar menjadi destinasi ekoturisme edukatif utama di Kutai Timur.
Nikmati harmoni alam dan budaya yang tumbuh dari kesadaran kolektif di Dusun Kabo Jaya—di mana setiap langkah perjalanan memberi makna dan inspirasi.
