Sangatta – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, mengambil langkah proaktif dalam upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dan pencegahan serta penurunan stunting. Dalam upaya ini, Junaidi menekankan peran penting media dalam menyebarkan informasi dan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.
Tantangan yang Dihadapi
Di Kutai Timur, tantangan terkait kesehatan reproduksi dan gizi masih menjadi perhatian utama. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya alat kontrasepsi dalam perencanaan keluarga, serta dampak negatif dari stunting pada anak-anak. “Kami melihat masih banyak keluarga yang belum teredukasi dengan baik mengenai manfaat penggunaan alat kontrasepsi dan bagaimana mencegah stunting,” ujar Junaidi dalam sebuah wawancara di Ruang Kerjanya, Senin (27/5/2024).
Strategi Sosialisasi melalui Media
Untuk mengatasi tantangan ini, Junaidi menggarisbawahi perlunya pendekatan yang lebih intensif melalui media sosial dan media massa. “Kami akan lebih banyak menggunakan media sosial dan media massa. Selain itu, kami juga akan membuat podcast sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat,” jelasnya. Dengan pendekatan ini, diharapkan pesan-pesan penting dapat tersampaikan secara luas dan efektif, terutama kepada generasi muda yang lebih aktif di dunia digital.
Podcast dan konten media sosial akan dirancang agar informatif dan menarik, dengan mengedepankan cerita-cerita inspiratif dan informasi ilmiah yang mudah dipahami. “Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang akurat dan relevan agar mereka bisa membuat keputusan yang tepat terkait penggunaan alat kontrasepsi dan penurunan stunting,” tambah Junaidi.
Peran Tokoh Masyarakat dan Agama
Selain media, Junaidi juga berencana melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam kampanye edukasi ini. “Kami akan menghadirkan dan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama yang akan bicara tentang pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dan pencegahan stunting. Dukungan mereka sangat penting untuk mengubah pandangan dan kebiasaan masyarakat,” ujarnya.
Mengedukasi tentang Pencegahan Stunting
Stunting, yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi masalah serius di Kutai Timur. Junaidi menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat mengenai cara-cara pencegahan stunting, termasuk pentingnya asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan anak-anak di masa pertumbuhan. “Kami akan fokus memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan anak-anak,” jelasnya.
Mendengar dan Mengambil Langkah Nyata
Sebagai bagian dari upaya ini, Junaidi dan timnya akan mendengarkan masukan dari masyarakat dan mempelajari praktik terbaik yang sudah ada. “Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bagaimana kami bisa membantu. Kami juga akan mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain yang berhasil menurunkan angka stunting dan meningkatkan penggunaan kontrasepsi,” kata Junaidi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Dinas PPKB Kutai Timur di bawah kepemimpinan Achmad Junaidi berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan pencegahan stunting. “Kami percaya bahwa dengan edukasi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat akan lebih paham dan tergerak untuk menjaga kesehatan reproduksi dan gizi anak-anak mereka,” tutup Junaidi.
Harapannya, inisiatif ini akan membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur, menciptakan generasi yang lebih sehat dan sejahtera di masa depan.
