Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus mendorong kawasan wisata ijen masuk jaringan taman bumi (geopark) global. Dewan Unesco Global Geopark (UGG) telah bersepakat mengusulkan secara Geopark Ijen untuk disahkan sebagai UGG.
Pada sidang di hadapan lebih dari 73 pengamat dan perwakilan lebih dari 20 negara anggota, Ijen bersama enam geopark lain dari berbagai belahan dunia diusulkan untuk ditetapkan sebagai UGG baru.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengaku bahagia tentang Kawasan Ijen lolos sidang dan segera diajukan ke Dewan Eksekutif Unesco untuk mendapatkan pengesahan.
“Alhamdulillah, dikutip dari laman resmi Unesco, Geopark Ijen akhirnya lolos sidang dan segera diajukan ke Dewan Eksekutif untuk mendapatkan pengesahannya,” ungkap Bupati Ipuk, Minggu (18/9/2022).
Menurut Bupati Ipuk, penetapan kawasan ijen sebagai bagian UGG akan digelar awal tahun 2023.
“Insya Allah jika tidak ada aral penetapannya sekitar awal tahun depan,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Bupati Ipuk dan Badan Geopark Ijen telah mempresentasikan proposal Geopark Ijen pada forum internasional yang bertajuk “The 7th Asia Pasific Geopark Network Symposium” di Provinsi Satun, Thailand, 7 sampai 8 September. Forum tersebut bagian dari rangkaian sidang Dewan UGG.
“Alhamdulillah dalam rapat dewan UGG telah diputuskan untuk menerima proposal Geopark Ijen. untuk menjadi bagian jaringan geopark dunia. Pada Desember 2022 mendatang, Dewan UGG akan menggelar pertemuan untuk memeriksa pengajuan kita yang saat ini sedang menjalani evaluasi dan validasi ulang,” terang Ipuk.
Situs geopark yang tengah diusulkan untuk ditetapkan, yakni Aras (Iran), Waitaki Whitestone (Selandia Baru), Kinabalu (Malaysia), Ijen dan Maros Pangkep (Indonesia). Lalu ada Khorat (Thailand), Bohol (Filipina). Bupati Ipuk mengajak semua pihak untuk segera membenahi hal-hal yang masih kurang. Harapannya agar predikat UGG dapat segera disandang oleh Geopark Ijen.
“Kami akan duduk bersama untuk menjalankan sejumlah rekomendasi dari tim asesor UNESCO yang perlu ditindaklanjuti,” kata dia.
Dengan statusnya sebagai jaringan global geopark, imbuh Ipuk, tentu akan menjadikan Geopark Ijen sebagai tujuan wisata dunia dan akan mendapatkan perhatian yang lebih besar. “Baik sektor pariwisata maupun upaya pemberdayaan masyarakatnya,” pungkasnya.
Dewan UGG telah menggelar sidang di Provinsi Satun, Thailand pada 4 dan 5 September lalu. Mereka melakukan penilaian terhadap pengajuan sejumlah geopark baru (termasuk Geopark Ijen) dan 28 validasi ulang dari UGG yang telah ada.
Pada laman tersebut juga dijelaskan bahwa berdasar pedoman operasional Unesco Global Geoparks, dewan harus menyampaikan laporan tentang pekerjaan dan keputusannya kepada Biro Unesco Global Geoparks. Laporan tersebut kemudian akan diedarkan ke Negara Anggota dan Negara Anggota Asosiasi Unesco untuk kemudian Dewan Eksekutif Unesco melakukan pengesahan hasilnya.
