Jombang – Angin segar bagi pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan pekerjaan mulai berembus di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pembangunan Jombang Industrial Park (JIP) resmi dimulai dengan target penyerapan hingga 20.000 tenaga kerja dalam tiga tahun mendatang. Kehadiran kawasan industri tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat di wilayah utara Jombang.
Pencanangan pembangunan kawasan industri yang dikembangkan PT Kawasan Ploso, bagian dari PT Intiland, berlangsung melalui prosesi groundbreaking di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan perusahaan pengembang dan sejumlah pemangku kepentingan.
Dimulainya pembangunan JIP menjadi momentum penting setelah rencana pengembangan kawasan industri tersebut melalui proses panjang selama belasan tahun. Proyek ini diproyeksikan membuka peluang investasi sekaligus menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Kawasan Ploso, Wihardi Hosen, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan kawasan industri tersebut telah dirintis sejak 2012. Setelah melalui berbagai tahapan selama kurang lebih 14 tahun, proyek tersebut akhirnya memasuki tahap pembangunan fisik.
Wihardi menyampaikan optimisme terhadap prospek pengembangan JIP, terutama dalam mendukung pertumbuhan sektor industri dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Jombang.
“Dalam tiga tahun ke depan, kami optimistis kawasan ini mampu menyerap 10.000 hingga 20.000 tenaga kerja, dengan prioritas utama masyarakat sekitar,” ujar Wihardi sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Jombang.
Target tersebut menjadi salah satu harapan besar dalam pengembangan kawasan industri di Kecamatan Kudu. Meski demikian, realisasi penyerapan tenaga kerja akan bergantung pada perkembangan investasi, masuknya perusahaan, serta kesiapan operasional industri yang nantinya menempati kawasan tersebut.
Wihardi menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar masyarakat lokal dapat memanfaatkan peluang kerja yang tersedia. Menurutnya, pembangunan kawasan industri perlu diimbangi peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan dunia usaha.
Karena itu, ia mendorong penguatan program pelatihan dan peningkatan kemampuan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mempersiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing ketika berbagai perusahaan mulai beroperasi di kawasan JIP.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menyambut positif dimulainya pembangunan kawasan industri tersebut. Ia menilai kehadiran JIP merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong investasi produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk menghadirkan investasi yang produktif, membuka kesempatan kerja, dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat,” ungkap Warsubi.
Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Intiland melalui PT Kawasan Ploso atas komitmennya merealisasikan pembangunan kawasan industri terpadu di Kabupaten Jombang.
Menurutnya, pengembangan JIP sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jombang Tahun 2021–2041.
Pemerintah Kabupaten Jombang turut memberikan dukungan melalui fasilitasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Selain itu, pemerintah daerah melakukan koordinasi terkait pengusulan pengeluaran lokasi dari peta Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengembangan kawasan industri berjalan sesuai mekanisme perizinan dan ketentuan tata ruang yang berlaku.
Selain aspek perizinan, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur penunjang. Peningkatan akses jalan dan jembatan dinilai penting untuk memperlancar konektivitas kawasan industri dengan wilayah sekitarnya.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mendukung mobilitas pekerja, distribusi bahan baku, serta pengiriman hasil produksi perusahaan yang nantinya beroperasi di JIP.
Warsubi juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap masyarakat sekitar. Ia meminta pengelola kawasan memberikan prioritas kesempatan kerja kepada warga lokal sekaligus membuka ruang kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya berharap pengelola kawasan dapat memprioritaskan peluang kerja bagi tenaga kerja lokal serta membangun kemitraan erat dengan UMKM dan pelaku usaha lokal, agar manfaat investasi ini dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.
Harapan tersebut menjadi perhatian penting agar keberadaan JIP tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan yang berinvestasi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Peluang tersebut dapat berkembang melalui kebutuhan berbagai layanan pendukung industri, mulai dari penyediaan makanan, transportasi, perdagangan, hingga jasa lain yang berpotensi melibatkan pelaku UMKM setempat.
Dengan demikian, pengembangan kawasan industri diharapkan mampu membentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara perusahaan besar, tenaga kerja, dan pelaku usaha lokal.
Prosesi groundbreaking JIP berlangsung bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional 2026.
Pencanangan pembangunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Warsubi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dilanjutkan penekanan tombol sirene dan pengoperasian ekskavator sebagai tanda dimulainya pekerjaan di lokasi proyek.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Kapolres Jombang AKBP Yanto Mulyanto, Sekretaris Kabupaten Jombang Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dari pihak pengembang, hadir jajaran direksi PT Kawasan Ploso, yakni Wihardi Hosen, David Hosea, Simon Joseph Wirawan, dan Happy Gunawarman.
Selain itu, kegiatan juga diikuti unsur Forkopimcam Kudu dan Kabuh serta kepala desa dari Katemas, Sidokaton, dan Munungkerep.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan perusahaan tersebut mencerminkan dukungan terhadap pengembangan kawasan industri yang diharapkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jombang.
Meski prospek investasi terbuka, keberhasilan pembangunan JIP tetap membutuhkan dukungan berbagai faktor, termasuk kepastian hukum, kesiapan infrastruktur, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat.
Warsubi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pengembangan kawasan industri tersebut agar berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan dimulainya pembangunan Jombang Industrial Park, Kabupaten Jombang memasuki babak baru dalam upaya memperkuat sektor industri. Target penyerapan hingga 20.000 tenaga kerja kini menjadi harapan yang perlu diwujudkan melalui investasi nyata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.
