Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dikenal memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup besar dibandingkan dengan beberapa kota lainnya di Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan anggaran yang besar dan wilayah yang luas, Kutim diharapkan mampu membangun berbagai infrastruktur yang memadai. Namun, kenyataannya, banyak jalan yang telah dibangun kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Peran Anggaran dan CSR
Selain APBD yang besar, kontribusi perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan dapat membantu daerah dalam membangun dan merawat infrastruktur. Namun, jalan-jalan di Kutim sering kali kembali rusak tak lama setelah diperbaiki.
Tanggung Jawab Bersama
Menurut Jimmi anggota komisi C DPRD Kutim, permasalahan ini sebenarnya bisa diatasi jika semua pihak saling bahu-membahu. Sayangnya, tanggung jawab sering kali dilempar ke sana kemari tanpa ada pihak yang benar-benar mengambil tindakan.
“Misalnya pengangkutan alat dari sawit. Jadi secara ini mereka tidak bertanggung jawab karena itu koperasi yang punya kerjaan itu, itu pun rental kan,” ujarnya.
Kurangnya Pengawasan
Jimmi menambahkan bahwa masalah utama adalah kurangnya pengawasan dari pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan sawit yang seharusnya mengontrol dan mengawasi aktivitas pengangkutan yang menyebabkan kerusakan jalan.
“Ada beberapa segmen yang punya peran di situ,” tambahnya.
Solusi Timbangan Mobile
Sebagai langkah untuk mengatasi masalah ini, Jimmi mengusulkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) menerapkan jembatan timbang mobile guna mengontrol muatan kendaraan yang melebihi kapasitas.
“Jadi timbangan mobile yang kita harapkan,” harapnya.
Fleksibilitas Timbangan Mobile
Timbangan mobile menurut Jimmi memiliki keunggulan karena bisa berpindah-pindah ke lokasi-lokasi yang padat dengan aktivitas pengangkutan. “Kalau mobile kan bisa kemana-mana dia. Yang mana padat angkutannya di situ,” imbuhnya.
Pentingnya Peran Pemerintah
Di samping itu, Jimmi menekankan bahwa pemerintah harus mengambil peran aktif dalam menjaga dan mengontrol muatan kendaraan yang melintas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur jalan tetap terjaga dan tidak cepat rusak.
Dengan anggaran yang besar dan dukungan dari program CSR, seharusnya Kutim bisa memiliki infrastruktur yang lebih baik dan tahan lama. Namun, tanpa kerjasama yang solid dan pengawasan yang ketat, masalah kerusakan jalan akan terus berulang. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menjaga kualitas infrastruktur demi kemajuan daerah.
