Sangatta – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur, Jimmi, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran daerah sebagai upaya untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan visi “Kutim Hebat 2045.” Pemekaran daerah dianggap sebagai solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan anggaran dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Dalam wawancara di Gedung DPRD Kutim, Jimmi menjelaskan bahwa pemekaran wilayah dapat membantu fokus pembangunan lebih terarah dan maksimal. “Kalau untuk RPJPD, upayanya adalah bagaimana daerah ini bisa berkembang maju. Itu tujuannya. Ada wilayah teritorial yang mungkin lebih difokuskan pembangunannya, dan itu bisa terwujud jika ada pemekaran daerah,” ujar Jimmi.
Pemekaran Wilayah: Solusi untuk Keterbatasan Anggaran
Menurut Jimmi, pemekaran daerah menjadi langkah penting dalam mengatasi kendala anggaran APBD yang ada saat ini. Dengan pemekaran, alokasi anggaran dapat lebih terfokus pada pembangunan di wilayah-wilayah tertentu, sehingga efektivitas pembangunan dapat ditingkatkan. Saat ini, anggaran yang tersedia belum cukup untuk mencakup seluruh kebutuhan pembangunan di Kutai Timur secara optimal.
“Selama ini, pembangunan daerah sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat yang meminta peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan transportasi. Namun, dengan adanya pemekaran, kami berharap anggaran bisa lebih efisien dan fokus pada area yang benar-benar membutuhkan perhatian,” jelasnya.
Visi “Kutim Hebat 2045” dan Transformasi Daerah
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Timur, Noviari Noor, menjelaskan bahwa visi “Kutim Hebat 2045” merupakan bagian dari Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Visi ini selaras dengan program nasional seperti “Kaltim Sejahtera” dan “Indonesia Emas 2045.”
“Membuat visi Kutim Hebat ini, selaras dengan Kaltim Sejahtera dan Indonesia Emas 2045. Ini merupakan perintah dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Kutai Timur,” kata Noviari.
Menurut Noviari, sasaran utama dari visi “Kutim Hebat 2045” melibatkan transformasi di berbagai aspek, termasuk ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan. Bappeda Kutim berkomitmen untuk melakukan pembaharuan di sektor-sektor kunci seperti perekonomian, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pertambangan, kelautan, dan perikanan.
“Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memajukan berbagai sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan dukungan terhadap pemekaran daerah dan fokus pada visi “Kutim Hebat 2045,” diharapkan Kutai Timur dapat mengalami percepatan pembangunan yang signifikan. Pemekaran diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah dan DPRD Kutai Timur akan terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa langkah-langkah strategis ini dapat terimplementasi dengan baik. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan Kutai Timur sebagai wilayah yang maju dan sejahtera pada tahun 2045 bisa terwujud secara optimal.
