Jember – Sorotan lampu, warna-warni kostum, dan riuh tepuk tangan mewarnai malam pembukaan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Alun-alun Jember, Jumat (8/8/2025). Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengibaratkan JFC sebagai “panggung dunia” yang membuat Kabupaten Jember menjadi sorotan internasional.
Gelaran JFC edisi tahun ini resmi dimulai pada Jumat malam dan akan berlangsung hingga Minggu, 10 Agustus 2025. Ajang ini dihadiri pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Salah satu tamu istimewa yang datang pada perhelatan kali ini berasal dari Jepang, menjadi bukti bahwa magnet JFC telah menembus batas negara.
“Dimulai hari ini, JFC akan digelar hingga Minggu. Dunia akan menyoroti Jember karena di sini terdapat salah satu karnaval terbesar di seluruh dunia,” ujar Fawait penuh keyakinan.
Tahun ini, panitia juga menyiapkan pertunjukan kembang api yang digadang-gadang bisa menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Bupati Fawait menegaskan bahwa momen tersebut bukan sekadar pesta kostum, tetapi juga ajang promosi wisata daerah yang memadukan kekayaan alam dan budaya Jember.
“Kabupaten Jember adalah tempat yang terindah di bagian timur Pulau Jawa. Kota ini luar biasa,” ungkapnya, sembari memaparkan potensi wisata dari pantai di selatan, kebun-kebun asri di utara, hingga pusat kota yang menjadi lokasi JFC.
Ia tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam suksesnya acara tahun ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah menjadikan JFC kali ini sebagai yang terbesar dalam sejarah pelaksanaannya,” katanya.
Fawait menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan JFC tahun depan lebih semarak lagi. “Saya harap tahun depan dapat lebih besar lagi. Pemerintah Kabupaten Jember juga siap memberikan dukungan yang lebih signifikan,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, JFC diharapkan terus menjadi ikon budaya Jember yang memikat wisatawan dari seluruh penjuru dunia, sekaligus mengangkat citra daerah sebagai salah satu pusat kreativitas di Indonesia. (ADV).
