Pasaman Barat – Dalam suasana penuh haru dan ketegangan, warga Nagari Aia Gadang Barat, Kabupaten Pasaman Barat, menunjukkan solidaritas luar biasa dengan menandu jenazah menyeberangi banjir yang melumpuhkan akses utama di kawasan Jembatan Batang Saman, Kamis (27/11/2025).
Jenazah tersebut adalah Dahrizal (62), warga Ujung Gading Batang Gunuang, yang sebelumnya dirujuk dari RSUP M. Djamil Padang. Perjalanan menggunakan ambulans harus terhenti total akibat luapan Sungai Batang Saman yang menenggelamkan badan jalan dan menjadikan jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan.
Menurut keterangan Muhiban, perwakilan keluarga, rombongan telah berangkat dari Padang sejak pukul 08.00 WIB dan tiba di lokasi banjir sekitar pukul 12.00 WIB. Harapan untuk segera tiba di rumah duka seketika pupus melihat derasnya air yang menutupi jalur utama.
“Ambulans RSUP M. Djamil tidak bisa lewat sama sekali. Akhirnya, dibantu warga, kami tandu jenazah ke seberang. Alhamdulillah prosesnya lancar meski sangat berat,” ujar Muhiban.
Evakuasi dilakukan dengan sistem estafet, di mana jenazah ditandu secara bergantian oleh warga yang menerobos banjir menuju sisi aman jembatan, yakni arah Labuah Luruih. Di sisi tersebut telah bersiap Ambulans Kolaborasi Kemanusiaan untuk melanjutkan perjalanan hingga ke rumah duka.
Gina Alecia, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, mengonfirmasi bahwa timnya langsung berkoordinasi cepat untuk memastikan penanganan berjalan manusiawi meski di tengah kondisi ekstrem.
“Prioritas utama kami adalah kemanusiaan, memastikan jenazah sampai ke rumah duka dengan layak. Evakuasi manual dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan warga,” jelas Gina.
Peristiwa ini menjadi simbol keteguhan masyarakat di tengah bencana. Hingga sore hari, kondisi luapan sungai belum juga surut, dan antrean kendaraan masih mengular di dua sisi jembatan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama mengingat curah hujan tinggi di wilayah hulu diperkirakan belum akan mereda.
