Kediri – Aksi nyata memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia menggema di Kabupaten Kediri, ketika ratusan pegiat lingkungan, anggota Pramuka, komunitas pedagang kaki lima (PKL), serta perwakilan satuan kerja dari Pemkab Kediri berkumpul di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG). Mereka bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah, khususnya plastik, yang menjadi momok lingkungan modern.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/6/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengusung tema “Ending Plastic Pollution”. Lokasi yang dipilih meliputi area hijau SLG, taman Dipo, area depan Bank Daerah, bundaran Monumen SLG hingga sungai di sekitar taman. Dipilihnya kawasan SLG bukan tanpa alasan—aktivitas wisatawan dan PKL yang padat menjadikan tempat ini sebagai penyumbang sampah signifikan setiap harinya.
“Kami sengaja mengumpulkan para aktivis, komunitas pedagang, stakeholder, serta Pramuka di sini karena sampah terbanyak di lokasi ini adalah plastik akibat tingginya aktivitas masyarakat,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, S.E., M.M.
Putut menambahkan bahwa berdasarkan data DLH, pada tahun 2024 Kabupaten Kediri memproduksi lebih dari 240 ton sampah setiap harinya, dengan 30 persennya berupa sampah plastik. Menurutnya, setiap warga menyumbang rata-rata 500 gram sampah per hari.
Untuk menekan volume sampah plastik, DLH Kabupaten Kediri mendorong terbentuknya bank sampah di setiap desa. Saat ini telah ada 36 bank sampah yang aktif, dan diharapkan ke depan bisa berkembang hingga tingkat RT dan RW.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, S.T., yang turut hadir dalam aksi ini, menyerukan perubahan gaya hidup sebagai kunci utama dalam mengurangi sampah plastik.
“Kita mulai dari diri sendiri, dari rumah dan lingkungan kita masing-masing, kurangi penggunaan plastik dan kembali ke bahan organik,” tegasnya.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini menjadi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat akan dampak polusi plastik dan pentingnya kontribusi individu dalam menjaga kelestarian lingkungan.
