Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-40, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo, dr Sriatun Subandi, mengajak orang tua dan guru untuk aktif mendidik anak-anak agar mencintai budaya bangsa dan warisan budaya lokal. Kegiatan yang berlangsung di Museum Mpu Tantular pada Kamis (25/7) ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan peran seni dan budaya dalam perkembangan anak-anak sebagai generasi masa depan.
Ajakan dr Sriatun untuk Mencintai Seni Kerajinan
Dalam sambutannya, dr Sriatun menekankan pentingnya menanamkan kecintaan pada seni kerajinan sejak dini. “Pada momentum Hari Anak Nasional ke-40 ini, saya meminta orang tua dan guru agar mengarahkan anak-anaknya untuk menggali kecintaannya kepada seni kerajinan,” ujarnya. Seni kerajinan, menurut dr Sriatun, adalah warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan.
Seni Kerajinan sebagai Ekstrakurikuler di Sekolah
Dr Sriatun, yang juga menjabat sebagai Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, mengusulkan agar keterampilan menjahit dan seni melukis dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. “Dengan cara tersebut, generasi muda Sidoarjo akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, dan cinta budaya,” jelasnya. Melalui pendidikan seni dan budaya, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan rasa bangga akan identitas budaya mereka sendiri.
Pentingnya Pembelajaran Budaya Sejak Dini
Kegiatan bertema “Harmoni Kreatif di Museum Mpu Tantular” ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembelajaran budaya sejak dini. Dr Sriatun menegaskan, “Mari kita mengenal budaya di Sidoarjo. Kenalkan kesenian itu kepada anak-anak.” Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat kekayaan budaya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Peran Aktif Berbagai Pihak dalam Pendidikan Budaya
Dalam kegiatan tersebut, dr Sriatun menggarisbawahi pentingnya peran aktif berbagai pihak dan keluarga dalam pembelajaran budaya. “Peran aktif berbagai pihak dan keluarga sangat penting. Diharapkan, mereka memberikan dampak positif dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, juga mencintai kearifan lokal serta budaya bangsa Indonesia,” tambahnya.
Semarak UMKM di Peringatan HAN 2024
Selain fokus pada pendidikan budaya, peringatan HAN 2024 juga dimeriahkan oleh partisipasi puluhan UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Acara yang berlangsung pada 25 dan 26 Juli 2024 di Museum Mpu Tantular ini menjadi ajang bagi UMKM untuk memamerkan produk-produk mereka, memperkaya pengalaman budaya dan seni bagi para pengunjung, khususnya anak-anak.
Menumbuhkan Rasa Bangga Akan Identitas Budaya
Dalam penutupannya, dr Sriatun menyampaikan harapannya agar anak-anak Sidoarjo dapat tumbuh dengan rasa bangga akan identitas budaya mereka sendiri. “Dengan begitu, anak-anak kita akan mengembangkan rasa bangga akan identitas budaya mereka sendiri,” tegasnya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang.
