Jakarta – Seperti gelombang kecil di laut tenang, harga beberapa bahan pangan utama kembali bergerak naik, meski tidak signifikan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa harga daging ayam ras dan cabai rawit merah di tingkat konsumen mengalami kenaikan pada Sabtu pagi, dibandingkan hari sebelumnya.
Data dari Panel Harga Bapanas per Sabtu (10/5/2025) pukul 08.23 WIB mencatat, harga daging ayam ras naik menjadi Rp35.331 per kilogram, dari sebelumnya Rp34.774 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah meningkat menjadi Rp59.395 per kilogram, dari sebelumnya Rp56.628 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan. Harga beras premium turun tipis ke level Rp15.553 per kilogram, beras medium ke Rp13.555 per kilogram, dan beras SPHP Bulog justru naik ke Rp12.671 per kilogram.
Bapanas juga mencatat penurunan pada jagung di tingkat peternak menjadi Rp5.983 per kilogram, serta bawang merah ke Rp39.352 per kilogram. Namun, bawang putih bonggol justru mengalami kenaikan menjadi Rp43.300 per kilogram.
Komoditas cabai lainnya juga menunjukkan kenaikan. Harga cabai merah keriting naik ke Rp53.171 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp48.347 per kilogram.
Harga protein hewani pun turut berfluktuasi. Daging sapi murni tercatat turun tipis menjadi Rp134.950 per kilogram, sedangkan telur ayam ras naik menjadi Rp29.804 per kilogram.
Sementara untuk komoditas pokok lainnya, gula konsumsi berada di angka Rp18.516 per kilogram. Harga minyak goreng kemasan turun menjadi Rp20.496 per liter, dan Minyakita menjadi Rp17.443 per liter. Tepung terigu kemasan juga tercatat turun ke angka Rp12.784 per kilogram.
Komoditas laut pun tak luput dari pantauan. Ikan kembung naik ke Rp41.124 per kilogram, sementara ikan tongkol dan bandeng mengalami penurunan harga menjadi masing-masing Rp33.495 dan Rp32.171 per kilogram.
Adapun untuk daging kerbau, baik impor maupun lokal, menunjukkan tren penurunan harga. Daging kerbau beku impor turun menjadi Rp102.316 per kilogram, sementara daging kerbau segar lokal menjadi Rp135.000 per kilogram.
Fluktuasi ini menjadi perhatian penting bagi konsumen dan pelaku usaha pangan yang terus memantau perubahan harga harian sebagai bagian dari strategi pembelian dan distribusi.
