Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus’e, kembali turun ke tengah masyarakat dalam kegiatan “Gus’e Menyapa” bersama para tokoh tani se‑Kecamatan Umbulsari. Agenda ini digelar di Balai Desa Tanjung Sari, Kecamatan Umbulsari pada Jumat (19/12/2025), menjadi pertemuan terakhir di tahun ini untuk merangkum aspirasi dan menyampaikan program pembangunan Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Gus’e menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak bermuatan politik praktis, melainkan sarana langsung pemerintah mendengar dan menjawab kebutuhan warga, khususnya dalam dua bidang utama: layanan kesehatan dan penguatan pertanian. Ia menyampaikan bahwa pendekatan pemerintah daerah terus fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui layanan yang menyentuh langsung kehidupan sehari‑hari.
“Saya ingin pelayanan di Jember benar‑benar baik. Kalau ada pelayanan yang kurang baik, silakan sampaikan ke saya melalui saluran Wadul Gus’e. Sertakan identitas diri dan kami jamin kerahasiaan pelapor,” tegas Bupati yang baru sembilan bulan memimpin Kabupaten Jember ini.
Program Universal Health Coverage (UHC), lanjut Gus’e, menjadi fondasi utama strategi pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh warga Kabupaten Jember. Ia memastikan masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia, termasuk Rumah Sakit dr. Soebandi sebagai rumah sakit rujukan utama.
Gus’e menambahkan bahwa UHC bukan sekadar jargon, tetapi janji layanan yang harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa sekat biaya. Pendekatan ini dilakukan untuk meminimalisir hambatan warga dalam mengakses pelayanan medis, serta memastikan keseluruhan warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak terkendala biaya.
Selain sektor kesehatan, Gus’e juga mengangkat isu pentingnya pembangunan sektor pertanian di wilayahnya. Menyikapi program swasembada pangan yang terus digencarkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Bupati Jember menyampaikan bahwa bantuan pertanian untuk petani di Jember tergolong signifikan dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Bantuan ini cukup banyak, jadi jangan sampai disalahgunakan atau diperjualbelikan, tetapi benar‑benar dipakai untuk produktivitas petani,” ujarnya di hadapan para tokoh tani yang hadir. Ia juga mengajak kelompok tani untuk tidak sepenuhnya bergantung pada penyuluh pertanian, mengingat keterbatasan jumlah tenaga di lapangan.
Gus’e menggarisbawahi pentingnya peran generasi muda yang paham teknologi dalam gerakan pertanian modern. Dengan keterlibatan generasi muda, pendataan dan pelaporan lapangan bisa berlangsung lebih cepat, akurat, dan efektif.
Pernyataan ini disambut baik oleh beberapa tokoh tani setempat, yang menilai pendekatan Gus’e menghadirkan semangat baru dalam membangun pertanian berbasis produktivitas dan teknologi. Para petani berharap langkah nyata dalam pemberian alat modern, bimbingan teknis, dan pendampingan berkelanjutan akan terus diperkuat oleh pemerintah daerah.
Di penghujung kegiatan, Gus’e juga meminta doa dan dukungan masyarakat Jember. Ia menyadari tantangan pembangunan tidak mudah dalam waktu singkat, namun menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bergerak sesuai aspirasi warga.
“Perbaikan jalan kabupaten sudah mulai kami lakukan. Setelah itu, kami akan membantu perbaikan jalan desa. Jika ada kebutuhan, sampaikan ke kepala desa, diteruskan ke camat, dan selanjutnya ke dinas terkait,” pungkas Gus’e, menutup rangkaian agenda “Gus’e Menyapa”.
