Jember – Dari tanah suci yang sarat doa, kebijakan strategis justru lahir untuk kampung halaman. Di sela ibadahnya di Kota Suci Madinah, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait memastikan roda pelayanan publik tetap bergerak. Ia mengumumkan program pemasangan meteran listrik gratis bagi warga yang selama ini belum memiliki sambungan resmi.
Instruksi tersebut disampaikan melalui rapat koordinasi daring pada Ahad (1/3/2026). Dalam pertemuan virtual itu, Gus Fawait menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak dasar masyarakat. Program ini menyasar keluarga yang belum memiliki meteran sendiri atau masih bergantung pada sambungan tidak resmi. Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan pendataan dilakukan secara menyeluruh, terutama di wilayah pelosok yang belum sepenuhnya terjangkau layanan kelistrikan.
“Tidak boleh ada warga Jember yang hidup dalam kegelapan karena alasan biaya. Pemerintah hadir untuk memastikan hak dasar itu terpenuhi. Program ini gratis dan harus segera direalisasikan,” tegasnya.
Untuk mempercepat implementasi, Pemkab Jember menjalin komunikasi dengan , anggota DPR RI Fraksi Gerindra, serta manajemen . Sinergi tersebut difokuskan pada kesiapan teknis jaringan, verifikasi calon penerima manfaat, hingga pengaturan kuota pemasangan agar tepat sasaran dan terukur.
Gus Fawait juga memerintahkan tim “Wadul Guse” bersama dinas terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan validasi data. Ia meminta proses verifikasi dilakukan transparan tanpa celah penyimpangan. Program ini, menurutnya, harus benar-benar bebas pungutan dalam bentuk apa pun.
Selain itu, koordinasi intensif dengan PLN Jember segera dilakukan guna memetakan kebutuhan teknis, termasuk kapasitas jaringan dan kesiapan instalasi rumah tangga. Langkah tersebut penting agar pemasangan tidak hanya cepat, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional.
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerataan pembangunan di Kabupaten Jember. Akses listrik yang memadai diyakini akan membawa dampak berlipat, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi rumah tangga. Anak-anak dapat belajar lebih nyaman pada malam hari, sementara pelaku usaha kecil seperti penjahit, pedagang kelontong, dan industri rumahan dapat meningkatkan produktivitasnya.
“Walau saya berada jauh di Madinah, perhatian saya tidak pernah jauh dari masyarakat Jember. Kita ingin Jember terang, berdaya, dan semakin sejahtera,” ujarnya.
Program pemasangan meteran listrik gratis ini sekaligus menjadi simbol bahwa pelayanan publik tidak mengenal jarak. Pemerintah Kabupaten Jember berupaya memastikan energi listrik bukan lagi menjadi barang mahal bagi warga prasejahtera. Dengan langkah ini, diharapkan tidak ada lagi rumah yang bergantung pada sambungan ilegal atau hidup dalam keterbatasan penerangan.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses energi sekaligus mendorong kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh di Kabupaten Jember.
