Lumajang – Seperti naga yang kembali bangkit dari tidur panjang, Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meletus pada Senin pagi (12/8/2024). Gunung ini melontarkan abu vulkanik setinggi 800 meter di atas puncaknya, menciptakan pemandangan dramatis di langit.
“Erupsi terjadi pada pukul 05.21 WIB, dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut,” ungkap Sigit Rian Alfian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam keterangannya yang diterima di Lumajang.
Aktivitas Vulkanik Meningkat
Kolom abu yang keluar berwarna putih hingga kelabu, bergerak ke arah barat dengan intensitas tebal. Data dari seismograf menunjukkan bahwa erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 97 detik.
Pada hari sebelumnya, Gunung Semeru mencatat aktivitas seismik yang signifikan, dengan 79 kali gempa letusan dan beberapa gempa lain seperti gempa guguran dan gempa tektonik.
Peringatan dan Rekomendasi PVMBG
Mengingat peningkatan aktivitas vulkanik ini, status Gunung Semeru masih berada di Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi penting.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai, serta dalam radius tiga km dari kawah/puncak gunung karena bahaya lontaran batu pijar.
Kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar juga diingatkan, terutama di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, termasuk Besuk Kobokan dan beberapa sungai lainnya.
