Denpasar – Sambutan hangat datang dari masyarakat Hindu Bali menyusul beroperasinya penerbangan langsung Denpasar–Jember, yang dinilai membuka akses udara lebih cepat dan nyaman menuju Pura Semeru Agung di Lumajang, Jawa Timur. Bagi banyak umat yang setiap tahun melakukan rangkaian ibadah dan ritual adat, konektivitas baru ini dianggap sebagai sebuah “jembatan spiritual” yang mempersingkat perjalanan panjang yang selama ini harus ditempuh secara darat.
Kunjungan kerja Bupati Jember Muhammad Fawait ke Denpasar belum lama ini berbuah respons cepat dari tokoh adat, perangkat desa, hingga warga yang secara rutin mengikuti upacara penganyayaan di Pura Semeru Agung. Usulan pemanfaatan jalur udara tersebut kini berubah menjadi realitas dengan beroperasinya rute yang dilayani maskapai Wings Air tiga kali seminggu.
Kepala Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, menjelaskan bahwa selama ini rombongan dari Denpasar harus menempuh perjalanan darat hingga lebih dari 12 jam menggunakan bus besar, yang seringkali melelahkan dan menyita tenaga.
“Kalau melalui Jember, waktunya jauh lebih ringkas. Biasanya kami berangkat satu atau dua bus dan itu sangat melelahkan. Rute udara ini tentu sangat membantu. Kami sangat tertarik memanfaatkannya,” ujar Suena kepada pewarta, menekankan pentingnya efisiensi waktu bagi para peserta upacara adat tahunan.
Ia menambahkan bahwa setiap tahun organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, desa, dan kelurahan di Denpasar wajib mengikuti upacara penganyayaan di Pura Semeru Agung, yang puncaknya berlangsung pada periode Juni–Juli sesuai kalender adat Hindu. Dengan satu rombongan yang bisa terdiri dari sekitar 40 peserta dari tiap desa, kebutuhan akan perjalanan yang lebih cepat menjadi sangat penting.
“Informasi ini akan segera kami teruskan ke jajaran. Nantinya akan dibahas penyesuaian anggaran dan regulasi perjalanan. Jika semua memungkinkan, tentu ini sangat menguntungkan,” kata Suena lagi sembari menyinggung rencana lebih lanjut dalam persiapan perjalanan ibadah.
Ia juga mendorong adanya kerja sama resmi antara Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Jember untuk memaksimalkan pemanfaatan rute baru tersebut, tidak hanya dalam konteks perjalanan ritual keagamaan, tetapi juga dalam penguatan agenda kebudayaan dan kegiatan festival lintas daerah. Menurut Suena, jalur udara ini dapat membuka peluang kolaborasi baru yang lebih luas di masa depan.
Di hadapan perangkat desa dan masyarakat, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan visi pengembangan Jember sebagai city hub yang strategis — tidak hanya sebagai titik transit menuju Lumajang dan wilayah Tapal Kuda lainnya, tetapi juga sebagai pusat konektivitas ekonomi dan budaya.
“Lewat Jember jauh lebih cepat dan efisien. Kami siap memfasilitasi seluruh kebutuhan perjalanan, baik untuk ritual keagamaan maupun wisata,” ujar Fawait, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pemanfaatan rute penerbangan ini secara optimal.
Sebagai informasi, rute penerbangan langsung Jember–Denpasar telah diresmikan dan dilayani oleh maskapai Wings Air dengan frekuensi tiga kali seminggu — setiap Senin, Rabu, dan Jumat — membuka peluang mobilitas yang lebih baik bagi umat, pelaku usaha, dan wisatawan antar kedua wilayah.
Dengan hadirnya konektivitas udara ini, diharapkan tidak hanya mempercepat perjalanan ibadah umat Hindu Bali menuju Pura Semeru Agung, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan budaya antar daerah di Pulau Jawa dan Bali.
