Jakarta – Ibukota kembali menjadi panggung pernyataan aspirasi rakyat. Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025, ribuan massa dari berbagai elemen turun ke jalan. Aksi digelar di tiga titik utama Jakarta: depan Istana Negara, kompleks DPR/MPR RI, dan kawasan Patung Kuda, Medan Merdeka Barat.
Unjuk rasa hari ini mendapat perhatian serius dari pihak keamanan. Sebanyak 8.340 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib dan damai. Salah satu konsentrasi pengamanan berada di depan Gedung DPR/MPR RI, tempat di mana massa dijadwalkan menyampaikan tuntutan utama mereka.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, tergantung pada dinamika lapangan. Ia meminta masyarakat untuk menghindari kawasan terdampak dan memahami bahwa pengamanan dilakukan demi keselamatan bersama.
“Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami,” ujar Susatyo.
Selain personel keamanan umum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menurunkan 1.438 personel untuk mengatur arus kendaraan di sekitar titik aksi. Petugas akan mengarahkan pengalihan arus lalu lintas jika terjadi kepadatan atau penutupan jalan.
Dalam aksi kali ini, para demonstran menyuarakan berbagai isu utama seperti percepatan reforma agraria sejati, penghapusan ketimpangan kepemilikan tanah, penolakan impor pangan, serta perlindungan petani kecil. Mereka juga mendesak agar kebijakan pangan dan agraria lebih berpihak pada petani dan buruh tani.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pengamanan adalah persuasif dan tanpa senjata api. Massa dipersilakan menyampaikan aspirasi sejauh dilakukan secara damai dan tertib.
Aksi Hari Tani kali ini dipandang sebagai momentum penting bagi rakyat untuk menagih janji-janji pemerintah dalam hal distribusi lahan, keadilan agraria, serta keberpihakan terhadap sektor pertanian nasional.
