Padang – Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (DPD KSPSI AGN) Provinsi Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Kamis (10/9/2026).
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen pekerja dan serikat buruh tersebut mulai berkumpul dan memadati kawasan jalan depan Gedung DPRD Sumatera Barat sejak pukul 14.00 WIB dengan membawa sejumlah atribut demonstrasi.
Aksi damai ini dikawal ketat oleh personel kepolisian demi memastikan jalannya penyampaian aspirasi masyarakat tetap kondusif, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas publik di sekitar kawasan tersebut.
Dalam orasinya yang dimulai pada siang hari itu, para buruh secara bergantian menyampaikan keluh kesah serta tuntutan mendesak yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ketua DPD KSPSI AGN Sumatera Barat, Ruli Eka Pratama, menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung di Kota Padang ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
“Aksi ini kami gelar secara serentak dan menyeluruh di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi yang ada di seluruh Indonesia sebagai bentuk soliditas perjuangan buruh,” tegas Ruli Eka Pratama di sela-sela aksi.
Ia menambahkan bahwa gerakan serentak ini bertujuan agar suara pekerja dapat didengar secara menyeluruh oleh para pemangku kebijakan baik di tingkat daerah maupun pusat.
Tak hanya dari wilayah Kota Padang dan sekitarnya, aksi ini juga diikuti oleh perwakilan daerah, salah satunya rombongan dari DPC KSPSI Pasaman Barat.
Kehadiran massa dari Pasaman Barat tersebut dikomandoi langsung oleh Pangkorcab Brigade KSPSI Pasbar, Muhammad Fauzi Yusro, yang hadir bersama sejumlah jajaran pengurus DPC KSPSI Pasbar untuk memperkuat barisan penyuaraan aspirasi buruh.
Dalam orasinya di hadapan ratusan peserta aksi, Pangkorcab Brigade KSPSI Pasbar Muhammad Fauzi Yusro menyampaikan pesan semangat perjuangan dan komitmen tinggi kaum buruh dari daerah dalam mengawal hak-hak pekerja.
“Semangat pagi, hidup buruh! Siap berjuang? Siap berjuang?” seru Muhammad Fauzi Yusro yang disambut gemuruh teriakan siap dari para peserta aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Ia menegaskan bahwa kehadiran buruh dari daerah seperti Pasaman Barat di gedung parlemen provinsi adalah bentuk perlawanan nyata terhadap ketidakadilan yang dirasakan pekerja di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ruli Eka Pratama memaparkan bahwa terdapat tujuh tuntutan utama yang diusung oleh KSPSI AGN Sumbar dalam aksi penyampaian aspirasi kali ini.
Poin-poin tuntutan tersebut mencakup evaluasi kebijakan ketenagakerjaan, peningkatan jaminan kesejahteraan buruh, kepastian upah layak, hingga penolakan terhadap regulasi yang dinilai merugikan hak-hak dasar para pekerja.
Perwakilan massa aksi akhirnya diterima langsung oleh wakil rakyat dan jajaran pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat di dalam gedung parlemen untuk melakukan audiensi dan penyerahan lembar tuntutan secara resmi.
Pihak DPRD Provinsi Sumatera Barat menyambut baik aspirasi tersebut serta berjanji akan menindaklanjuti dan meneruskan tujuh poin tuntutan buruh ke pemerintah pusat dan kementerian terkait.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga sore hari tersebut berakhir secara tertib dan damai setelah seluruh poin tuntutan diserahkan secara resmi kepada perwakilan DPRD Sumatera Barat.
