Mojokerto – Suasana halaman MI Nurul Falah Desa Tangunan Kecamatan Puri begitu khidmat. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, kembali menjadi pembicara dalam Pengajian Umum Ahad Pagi (PUAP). Dalam pengajian kali ini, Bupati Ikfina membahas topik yang begitu relevan dengan kehidupan sehari-hari. Yakni dampak penyakit hati/kalbu dan stres berkepanjangan terhadap kesehatan.
Ikfina Fahmawati mengungkapkan bahwa penyakit hati, seperti rasa iri, benci, dan tidak ikhlas, dapat memicu berbagai masalah kesehatan fisik. Ia mencontohkan pengalaman pribadinya saat menangani pasien dengan tekanan darah tinggi karena stres emosional.
“Dulu saya pernah mendapatkan pasien seorang ibu dengan tekanan darah tinggi. Sudah saya obati, namun saat saya cek lagi, belum turun juga. Ternyata ibu ini kecewa karena anak laki-laki satu-satunya tidak mau dijodohkan dengan wanita pilihan ibunya,” cerita Ikfina.
Ia kemudian menyarankan pasiennya untuk mengonsumsi jus mentimun dan berdialog mengenai penerimaan takdir.
“Saya ajak berdialog, bu kita bisa berencana tentang bagaimana baiknya hidup ini. Namun semua itu kembali kepada takdir Allah SWT. Kita harus terima dan ikhlas dengan apa yang menjadi takdirNya,” ungkapnya, Minggu (9/6/2024).
Lebih lanjut, Ikfina menjelaskan bahwa ketidakikhlasan dalam menghadapi cobaan hidup dapat memperparah kondisi kesehatan yang sudah ada. Ia menegaskan pentingnya ikhlas menerima ujian agar pengobatan dapat berjalan optimal.
“Kita harus terima dan ikhlas dengan sakit. Tidak mudah apalagi jika ada rasa iri melihat orang sehat yang bisa leluasa makan atau minum semaunya,” jelasnya.
Bupati Ikfina mengajak seluruh warga untuk selalu menjaga tubuh yang merupakan titipan dari Allah SWT.
“Mari mencoba, teguhkan di hatinya masing-masing. Ya Allah saya terima ujianmu, dan ikhtiar saya adalah menjaga fisik yang Panjenengan titipkan kepada saya. Karena saya dilahirkan dengan fisik yang sempurna. Saya ingin nanti saat dipanggil kembali dengan keadaan sesempurna. Seperti saat saya dilahirkan,” tandasnya.
