Peta industri unggul menjadi modal utama Kota Bontang dalam menyongsong peran barunya: menjadi kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dengan revisi RTRW yang memasukkan orientasi “mitra strategis IKN”, Bontang menunjukkan arah perencanaan yang visioner menuju 2045.
Langkah ini sejalan dengan amanat nasional dalam UU No. 3/2022 tentang IKN. Kota-kota di Kalimantan Timur, termasuk Bontang, didorong untuk menyesuaikan rencana ruang dan konektivitas guna mendukung pusat pemerintahan baru tersebut. Bontang mengambil posisi aktif, menyusun RPJPD 2025–2045 dan menggarisbawahi peran sebagai simpul logistik, SDM, dan suplai industri.
“Bontang punya semua modal dasar: kawasan industri terkelola, pelabuhan aktif, dan SDM teknis yang unggul. Kami siap menjadi mitra IKN,” tegas Wali Kota Basri Rase dalam Musrenbang RPJPD 2025–2045. Pernyataan itu menandai posisi resmi kota sebagai penyangga pembangunan nasional.
Dengan keberadaan Badak LNG, Pupuk Kaltim, dan Kaltim Methanol Industri (KMI), Bontang memegang aset manufaktur skala besar satu-satunya di Kaltim. Kombinasi LNG, amonia, urea, dan metanol menjadikan kota ini sebagai jangkar industri pesisir. Kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE) semakin mengokohkan kapasitas suplai bagi sektor hilir dan energi IKN.
Tak hanya industri, Bontang juga memperkuat infrastruktur pelabuhan. Loktuan difokuskan untuk logistik dan bongkar muat barang, sedangkan Tanjung Laut Indah dirancang untuk layanan penumpang. Skema ini mendukung arus barang dan mobilitas pekerja ke IKN lewat konektivitas laut.
Integrasi ini disiapkan dengan mendetail: feeder laut–jalan, antarmoda regional, hingga sistem logistik pekerja. Pemerintah pusat pun menyiapkan jalur tol dan moda LRT/MRT untuk koneksi Balikpapan–IKN, yang diharapkan akan terhubung ke kota-kota seperti Bontang.
Di sisi SDM, kota ini sudah dikenal memiliki standar hidup tinggi di Kalimantan Timur. Basis tenaga kerja industri—operator proses, ahli K3, maintenance, hingga digital industri—bisa langsung “dipinjam” oleh proyek-proyek strategis IKN.
Sadar akan risiko, Pemkot menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025–2029 demi menjaga keberlanjutan layanan logistik, kesehatan, dan pelabuhan. Semua kesiapan ini menjadikan Bontang bukan sekadar kota pendukung, tapi mitra aktif pembangunan ibu kota baru.
Bontang menatap masa depan dengan optimisme. Dengan konektivitas yang terus ditingkatkan, SDM yang terlatih, dan kekuatan industri yang mapan, kota ini siap bertransformasi menjadi simpul penting dalam pembangunan IKN Nusantara. Yang dibutuhkan sekarang adalah sinergi berkelanjutan dan tata ruang yang selaras antarwilayah.
