Tasikmalaya – Langit mendung diperkirakan kembali menyelimuti sebagian besar wilayah Kota Tasikmalaya pada Minggu, 25 Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena hujan ringan yang diprakirakan turun berpotensi disertai petir, terutama pada siang hingga malam hari.
Prakiraan cuaca tersebut menjadi perhatian karena hampir seluruh kecamatan di Kota Tasikmalaya diprediksi mengalami kondisi serupa. BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, khususnya saat hujan mulai turun disertai kilat maupun angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba.
Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Kota Tasikmalaya berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berada pada kisaran 53 hingga 98 persen. Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut mendukung terbentuknya awan hujan yang berpotensi memicu petir di sejumlah wilayah.
Sebagian besar kecamatan diperkirakan mengalami hujan ringan. Kecamatan Cihideung, Cipedes, Tawang, Indihiang, Kawalu, Cibeureum, Tamansari, dan Mangkubumi diprediksi diguyur hujan ringan dengan rentang suhu sekitar 19 hingga 31 derajat Celsius. Adapun Kecamatan Bungursari dan Purbaratu diprakirakan berada dalam kondisi berawan meski tetap berpotensi mengalami perubahan cuaca sewaktu-waktu.
Kondisi cuaca seperti ini memerlukan perhatian lebih dari masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka. Pengendara sepeda motor, pekerja lapangan, pedagang kaki lima, hingga pelajar yang memiliki kegiatan di luar ruangan disarankan menyiapkan perlengkapan pelindung hujan dan mengantisipasi perubahan cuaca yang berlangsung cepat.
Selain itu, warga yang tinggal di kawasan dekat aliran sungai maupun wilayah dengan kontur tanah yang rawan longsor juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang terjadi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko genangan, pohon tumbang, hingga pergerakan tanah pada daerah tertentu.
“Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama bagi yang harus beraktivitas di luar ruangan serta mereka yang tinggal di wilayah rawan longsor dan dekat aliran sungai. Potensi hujan disertai petir dan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada sore hingga malam hari,” demikian imbauan BMKG dalam prakiraan cuaca untuk Kota Tasikmalaya yang dipublikasikan menjelang Minggu (25/1/26).
BMKG menjelaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis karena dipengaruhi perkembangan kondisi atmosfer. Oleh sebab itu, perubahan intensitas hujan maupun waktu terjadinya hujan masih mungkin terjadi sesuai pembaruan data meteorologi.
Lembaga tersebut juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar ketika terjadi hujan yang disertai petir. Pengguna jalan diimbau menjaga jarak aman saat berkendara, mengurangi kecepatan ketika jarak pandang menurun, serta memastikan saluran drainase di lingkungan tempat tinggal tetap berfungsi agar tidak memicu genangan.
Memasuki puncak musim hujan, potensi cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi di berbagai wilayah Indonesia. BMKG secara berkala menerbitkan prakiraan cuaca harian, peringatan dini, dan informasi potensi cuaca ekstrem sebagai acuan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Bagi masyarakat Kota Tasikmalaya, informasi cuaca tidak hanya menjadi panduan untuk menentukan aktivitas harian, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi risiko. Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dapat membantu meminimalkan potensi kecelakaan, gangguan perjalanan, maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan. Dengan kesiapsiagaan sejak dini, risiko akibat cuaca buruk dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman.
