Titik penghubung harapan itu bernama Baitul Maqdis. Di saat Rasulullah SAW berada dalam titik paling rapuh — pasca pemboikotan dan wafatnya dua sosok tercinta — Allah menurunkan hadiah terindah: perjalanan Isra’ dan Mi’raj.
Rasulullah SAW memulai perjalanan malamnya dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Tempat ini bukan hanya destinasi awal sebelum menuju Sidratul Muntaha, tapi juga simbol spiritual yang dalam maknanya. Di sanalah Allah menghadirkan saksi-saksi dari para nabi terdahulu, menunjukkan kelanjutan risalah tauhid.
Allah sangat bisa mengangkat Nabi langsung dari Makkah ke langit. Tapi kenapa harus “transit” ke Baitul Maqdis? Jawabannya terletak pada kehendak Allah untuk menjadikan Baitul Maqdis sebagai jembatan antara bumi dan langit, antara tangisan dan pengabulan, antara ujian dan kemenangan.
Dari tempat yang kini dikenal dengan Kubah Shakhrah (Dome of the Rock), Rasulullah melangkah naik ke langit. Di dalamnya terdapat batu besar tempat beliau berpijak sebelum diangkat menuju Sidratul Muntaha. Lokasi ini bukan sekadar artefak sejarah, tapi simbol keterhubungan spiritual yang hidup dalam hati setiap Muslim.
“Rasulullah membawa kerinduannya kepada Allah, dan Allah menyambutnya dengan langit yang terbuka,” kata seorang ulama dalam kajian Isra’ Mi’raj.
Dalam perjalanan ini, beliau menaiki Buraq, hewan putih bercahaya, lebih besar dari keledai, tapi lebih kecil dari kuda, dengan kecepatan luar biasa dan sayap yang membawanya melesat seperti cahaya. Buraq bukan hanya tunggangan fisik, tapi simbol kecepatan dan kemudahan Allah dalam memberikan penghiburan kepada hamba-Nya yang tabah.
Masjidil Aqsa bukan hanya saksi sejarah. Ia adalah pengingat bahwa dalam keimanan, ada tempat yang menjadi pintu harapan, tempat Rasulullah SAW pernah berdiri, memimpin shalat bagi para nabi, sebelum terbang ke langit menerima perintah shalat bagi seluruh umat.
Baitul Maqdis bukan sekadar lokasi geografis. Ia adalah titik temu antara langit dan bumi, tempat Allah memulai pengangkatan cinta dan penguatan aqidah.
