Samarinda – Mudik kerap diibaratkan sebagai “ritual pulang jiwa”, namun di balik hangatnya pertemuan keluarga, tersimpan risiko perjalanan yang tak bisa diabaikan. Menjelang Idulfitri, Astra Motor Kalimantan Timur 2 mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara melalui kampanye #Cari_Aman bagi masyarakat yang memilih sepeda motor sebagai moda transportasi utama.
Memasuki pekan terakhir Ramadan, tradisi mudik mulai meningkat di Kota Samarinda. Sepeda motor masih menjadi pilihan favorit sebagian warga karena dinilai lebih fleksibel dan ekonomis. Namun, tingginya mobilitas ini juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diimbangi dengan kesiapan fisik, kendaraan, dan kesadaran berlalu lintas. Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Kalimantan Timur 2 melalui instruktur safety riding memberikan panduan lengkap agar perjalanan tetap aman hingga sampai tujuan.
“Memasuki minggu terakhir di bulan suci Ramadan, biasanya momen mudik menjadi hal yang sering dijalankan. Agar perjalanan mudik tetap aman, nyaman dan selamat sampai tujuan, jangan lupa untuk terus menerapkan keselamatan lewat tips cari aman,” ujar Arisettya Julkadar, Safety Riding Instructor Astra Motor Kalimantan Timur 2.
Ia menjelaskan, kesiapan fisik menjadi faktor utama yang tidak boleh diabaikan. Pemudik diimbau memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan cukup istirahat sebelum berkendara. Konsumsi makanan bergizi saat sahur serta tambahan vitamin juga dianjurkan untuk menjaga stamina selama perjalanan jauh.
Selain itu, kondisi kendaraan juga wajib diperiksa secara menyeluruh. Komponen penting seperti ban, rem, lampu, hingga sistem kelistrikan harus dipastikan berfungsi dengan baik. Jika diperlukan, pengecekan lebih detail dapat dilakukan di bengkel resmi guna meminimalkan risiko kerusakan di tengah perjalanan.
Tak kalah penting, penggunaan perlengkapan berkendara sesuai standar keselamatan juga menjadi perhatian. Helm berstandar, jaket pelindung, sarung tangan, hingga sepatu tertutup menjadi perlengkapan wajib. Pemudik juga disarankan membawa perlengkapan tambahan seperti jas hujan dan masker untuk mengantisipasi perubahan cuaca.
Dalam hal berkendara, Arisettya menekankan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan tidak memaksakan kecepatan. Ia juga mengingatkan agar pengendara membawa dokumen penting seperti SIM dan STNK untuk menghindari kendala selama perjalanan.
Perencanaan rute juga menjadi bagian penting dari persiapan mudik. Pemudik disarankan menentukan jalur yang akan dilalui, termasuk lokasi pengisian bahan bakar, tempat istirahat, serta fasilitas umum seperti rumah makan dan tempat ibadah. Dengan perencanaan matang, perjalanan dapat berlangsung lebih lancar dan terhindar dari risiko tersesat atau kelelahan.
Selain itu, kapasitas kendaraan harus diperhatikan. Sepeda motor idealnya hanya digunakan untuk dua orang dengan barang bawaan yang tidak berlebihan. Beban yang terlalu berat dapat mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
“kami mengingatkan bubuhannya yang mudik menggunakan sepeda motor, pentingnya mental dan sikap #Cari_Aman dalam perjalanan. Apalagi ini perjalanan mudik yang menempuh jarak jauh, rawan dengan kemacetan dan kecelakaan di jalan,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Astra Motor Kalimantan Timur 2 juga mengingatkan agar pemudik mengatur waktu berkendara dengan bijak. Idealnya, perjalanan dilakukan maksimal dua hingga tiga jam sebelum beristirahat. Dengan disiplin menerapkan prinsip keselamatan, perjalanan mudik diharapkan tidak hanya menjadi momen penuh makna, tetapi juga bebas dari risiko yang membahayakan.
