Mojokerto – Banjir yang melanda Kabupaten Mojokerto akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar sejak Rabu (6/4/2024) lalu, mengundang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto yang menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan yang diserahkan pada Jumat (8/3/2024) sore ini berupa 1200 kg beras dan 116 kotak air mineral. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Pemkot diwakilkan oleh Diskopukmperindag kepada dapur umum yang ditangani oleh Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto bersama relawan di Posko Pengungsian Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, yang turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari ASN Pemkot Mojokerto.
“Tentu bila dibandingkan dengan kerugian yang dialami, bantuan ini tidak ada apa-apanya. Namun, semoga ini bisa membantu meringankan beban korban,” ujar Pj Wali Kota yang akrab disapa Mas Pj ini.
Lebih lanjut, Mas Pj juga menghimbau kepada masyarakat untuk saling menguatkan dalam menghadapi musibah ini.
“Ini sekaligus menjadi momentum untuk kita saling menguatkan. Kalau sudah urusan kemanusiaan, tidak lagi mengenal batas-batas wilayah. Semoga warga selalu sabar dan kita semua bisa mengambil pelajaran,” ungkap Mas Pj.
Di samping itu, Mas Pj juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan.
“Yang jelas, tolong, jangan menyalahkan alam. Ini harus bisa menjadi refleksi bersama bagaiamana interaksi kita dengan alam,” pungkas Mas Pj.
Dapur umum yang didirikan di Posko Pengungsian Balai Desa Kedunggempol ini menyediakan 10 ribu porsi nasi bungkus setiap harinya. Ribuan nasi bungkus tersebut dibagikan untuk warga Desa Kedunggempol dan Desa Jotangan di Kecamatan Mojosari, serta untuk pengungsi di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, dan Desa Salen, Kecamatan Bangsal.
Peristiwa banjir ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan dan alam sekitar. Dengan demikian, manusia dan alam dapat hidup berdampingan dan saling memberi keuntungan.
