Jember – Isu keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk beberapa pekan memicu kepanikan warga di Kabupaten Jember. Seperti riak yang membesar di permukaan air, kabar tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga memicu antrean panjang kendaraan.
Fenomena antrean ini terlihat pada Kamis (5/3/2026) malam di sejumlah SPBU di Jember. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga sekitar 100 meter, bahkan meluber ke badan jalan. Kondisi tersebut terpantau di SPBU Sabtuan Tegal Besar, SPBU Teuku Umar Tegal Besar, SPBU Jalan Gajah Mada, serta beberapa titik lain di wilayah kota.
Kepadatan kendaraan di sekitar SPBU sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Banyak pengendara memilih mengisi bahan bakar lebih awal karena khawatir terjadi kelangkaan, menyusul beredarnya kabar mengenai keterbatasan stok BBM nasional.
Pemerintah Kabupaten Jember merespons cepat situasi tersebut dengan menggelar rapat koordinasi secara daring bersama pihak Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas). Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait SE., MSc., yang akrab disapa Gus Fawait.
“Begitu kami mendapat informasi adanya panic buying di masyarakat karena kabar kelangkaan BBM, kami langsung menggelar rapat bersama Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, hasil koordinasi tersebut memastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Jember masih dalam kondisi aman. Pemerintah daerah pun meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu benar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Stok BBM di Jember masih aman dan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, serta perwakilan dari Pertamina dan Hiswana Migas.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah daerah juga meminta seluruh SPBU tetap menyalurkan BBM secara normal. Aparat kepolisian juga dilibatkan untuk mengawasi distribusi agar tidak terjadi praktik penimbunan ataupun pembelian dalam jumlah berlebihan.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan agar distribusi BBM tetap berjalan lancar dan tidak terjadi penimbunan,” tegas Bupati.
Dari sisi penyedia energi, Pertamina memastikan distribusi BBM di Jember tidak mengalami gangguan. Sub Branch Manager Pertamina Jember, Andi Reza, menjelaskan bahwa cadangan BBM di wilayah tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saat ini stok BBM yang tersedia sekitar 580 ton dan masih mencukupi. Jika diperlukan, Pertamina juga siap menambah penyaluran mulai besok pagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Besuki Raya, Iqbal Wildan Wardana, juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa distribusi BBM di SPBU akan terus dipantau agar berjalan sesuai aturan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” pungkasnya.
Dengan kepastian pasokan dari pemerintah daerah dan Pertamina, masyarakat diharapkan tidak lagi melakukan pembelian secara panik. Stabilitas distribusi dan konsumsi BBM dinilai menjadi kunci agar antrean panjang di SPBU tidak kembali terjadi. (ADV).
