Sangatta – Anggota DPRD Kutim Aidil Fitri berbicara dengan penuh semangat mengenai visinya untuk masa depan pembangunan di daerah pemilihannya. Dengan latar belakangnya sebagai tokoh yang sangat peduli terhadap kampung halamannya, Aidil Fitri mengungkapkan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat Kabupaten Kutai Timur, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) 4 yang mencakup Kecamatan Wahau, Telen, dan Kongbeng.
Dalam kesempatan tersebut, Politisi PKS ini menegaskan niat dan tekadnya untuk memajukan Kecamatan Telen.
“Insya Allah saya terus istiqamah untuk maju memperjuangkan tempat lahir saya, yaitu Kecamatan Telen,” ungkap pria yang berasal dari Muara Haloq, Kecamatan Telen ini dengan penuh keyakinan di Gedung DPRD Kutim, Kamis (15/8/2024).
Komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan daerah kelahirannya sangat jelas terlihat dari beberapa program pembangunan yang ia rencanakan.
Salah satu isu utama yang diangkat Aidil adalah kebutuhan mendesak akan jembatan penghubung antara Kecamatan Telen dan daerah sekitarnya. Saat ini, warga Telen masih bergantung pada penyebrangan dengan ferry untuk beraktivitas sehari-hari.
“Memang saat ini sedang ada pembangunan jembatan Telen, namun itu masih menghubungkan beberapa desa saja, seperti Desa Marah Haloq, Juk Ayak, Muara Pantun, dan Long Segar. Kita masih membutuhkan jembatan tambahan untuk menghubungkan enam desa lainnya,” ujar Aidil.
Ia mengapresiasi kepada pemerintah kabupaten Kutim yang telah membangun Jembatan Telen yang sedang berlangsung. Ia optimis jembatan tersebut dapat membuka akses yang lebih baik bagi warga di desa-desa tersebut. Keenam desa yang dimaksud adalah Desa Juk Ayak, Kernyanyan, Long Melah, Marah Haloq, Muara Pantun, dan Rantau Panjang. Dengan panjang hampir 100 meter dan estimasi biaya sebesar Rp 52 miliar, jembatan ini diharapkan tidak hanya akan mempermudah akses transportasi tetapi juga memberikan dampak positif dari segi ekonomi dan sosial budaya.
Secara ekonomi, jembatan ini akan mempermudah lalu lintas barang dan jasa, serta memangkas biaya transportasi. Hal ini akan mempermudah penjualan hasil pertanian masyarakat dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan mereka. Dari segi sosial budaya, jembatan ini akan mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat kohesi sosial di komunitas.
Selain proyek jembatan Telen, Pemkab Kutai Timur juga berencana membangun jembatan Sei Mara di Desa Long Melah pada tahun ini. Pembangunannya juga telah dimulai tahun 2024 ini. Selain itu, jembatan di Kecamatan Bengalon di Desa Sepaso dan jembatan di Kecamatan Busang juga dalam perencanaan tahun ini,
“Saya sangat mengapresiasi kepada pemerintah Kutim telah merealisasikan jembatan Telen. Kami yakin jembatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Dapil 4,” tambah Aidil.
Dengan tekad dan dedikasi Aidil Fitri, diharapkan berbagai program pembangunan ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Kecamatan Telen dan sekitarnya. Upaya ini menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang menjadi bagian penting dari Kabupaten Kutai Timur.
