Jember – Seperti bola putih yang diarahkan tepat ke sasaran, Agus Hadi Santoso mantap melangkah ke arena organisasi olahraga. Ia resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia Kabupaten Jember pada Selasa (14/1/2026). Proses pendaftaran dilakukan di Sekretariat KONI Jember dan menjadi penanda awal kontestasi menuju Musyawarah Kabupaten POBSI Jember.
Dalam pendaftaran tersebut, Agus datang membawa bekal dukungan signifikan. Ia menyerahkan surat rekomendasi dari sembilan klub biliar yang berada di bawah naungan POBSI Jember. Dukungan itu menjadi salah satu syarat utama untuk dapat melaju sebagai bakal calon ketua dalam Muskab yang akan digelar dalam waktu dekat. Kehadiran Agus sekaligus menandai mulai menghangatnya dinamika internal organisasi olahraga biliar di Jember.
Agus Hadi Santoso menjelaskan bahwa keputusannya maju bukan tanpa alasan. Menurutnya, olahraga biliar di Jember memiliki potensi besar untuk berprestasi, namun masih membutuhkan pembinaan yang lebih terarah dan dukungan organisasi yang kuat. Selain itu, ia merasa terpanggil untuk meluruskan pandangan keliru masyarakat terhadap olahraga biliar.
“Selama ini masih ada anggapan bahwa biliar bukan olahraga, melainkan hanya tempat bermain-main dan sering dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti judi. Padahal biliar adalah olahraga, sama seperti sepak bola, voli, bulu tangkis, dan olahraga lainnya,” ujar Agus.
Ia menilai, stigma tersebut kerap menjadi penghambat berkembangnya atlet biliar, baik dari sisi pembinaan usia dini maupun dukungan fasilitas. Dengan kepemimpinan yang solid dan program yang terstruktur, Agus optimistis biliar Jember mampu berbicara di level regional hingga provinsi.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa langkahnya maju sebagai bakal calon ketua juga merupakan respons atas dorongan dari klub-klub biliar di Jember. Dari total 14 klub biliar yang memiliki hak suara dalam Muskab POBSI Jember, sembilan klub telah menyatakan dukungan secara resmi kepadanya.
“Saat ini ada 14 klub yang punya hak suara. Sembilan sudah memberikan dukungan kepada saya, sehingga masih ada lima klub lainnya. Dukungan ini menjadi amanah sekaligus motivasi bagi saya untuk membawa biliar Jember ke arah yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Muskab POBSI Jember, Andik Slamet, membenarkan bahwa seluruh klub yang memiliki hak suara telah melalui proses verifikasi. Ia memastikan bahwa tahapan penjaringan bakal calon ketua berjalan sesuai dengan aturan organisasi dan prinsip transparansi.
“Benar, ada 14 klub biliar yang memiliki hak suara dan semuanya sudah diverifikasi. Pendaftaran bakal calon Ketua POBSI Jember masih dibuka hingga 17 Januari 2026,” kata Andik.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun Agus telah mendaftar dengan dukungan mayoritas klub, peluang bagi kandidat lain tetap terbuka lebar. Sesuai ketentuan, syarat minimal untuk mendaftar sebagai bakal calon ketua adalah mengantongi rekomendasi dari sedikitnya dua klub biliar.
Dengan dibukanya ruang kompetisi yang sehat, Muskab POBSI Jember diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif. Siapa pun yang terpilih nantinya, tantangan utama tetap sama, yakni meningkatkan prestasi atlet, memperkuat organisasi, dan menempatkan olahraga biliar sejajar dengan cabang olahraga lain di mata masyarakat.
