Jember – Seperti air bah yang memenuhi satu muara, ratusan abang becak memadati halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember. Deretan becak listrik terparkir rapi di bawah terik matahari, memancing rasa penasaran warga yang melintas pada Selasa (09/12/2025). Para pengayuh becak itu datang demi satu tujuan: mendaftar sebagai penerima bantuan becak listrik yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Antusiasme ini disambut Dishub Jember yang menjelaskan bahwa sebanyak 100 unit becak listrik telah disiapkan untuk disalurkan. Penerima diprioritaskan bagi pengayuh becak ber-KTP Jember, terutama mereka yang sudah lanjut usia. Bantuan ini menjadi angin segar bagi para pekerja informal yang setiap hari bergantung pada tenaga fisik untuk mencari nafkah.
“Saat ini ada seratus unit becak listrik yang siap diberikan kepada pengayuh becak di Kabupaten Jember. Syarat utamanya tentu mereka yang ber-KTP Jember, dan sementara ini kita prioritaskan yang lansia. Sumber anggaran bukan dari APBD maupun APBN, melainkan didanai langsung oleh Presiden Prabowo secara pribadi. Harga satu unit becak listrik ini sekitar Rp 23 juta,” ujar Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono.
Ia menegaskan bahwa becak listrik tersebut sepenuhnya diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga tidak boleh diperjualbelikan. Gatot meminta masyarakat melapor jika ada indikasi penyalahgunaan atau penjualan unit bantuan.
Salah satu calon penerima, Abu Bakar (60), warga Manggar 10 Poreng, terlihat tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Saya mengayuh becak sejak tahun 1982. Alhamdulillah saya dapat becak listrik, jadi tidak perlu mengayuh lagi. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, semoga beliau diberi kelancaran rezeki,” ungkapnya.
Dari pihak Gerakan Solidaritas Indonesia (GSI), Dimas selaku panitia penyaluran memaparkan bahwa seluruh anggaran bantuan berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo. Ia menuturkan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pekerja lansia yang masih harus mencari nafkah dengan mengayuh becak.
“Pak Prabowo tidak ingin orang berusia 60–70 tahun masih mengayuh becak. Tujuannya juga untuk mengurangi angka kemiskinan sehingga mereka mendapat tambahan penghasilan. Sebelum diserahkan, para calon penerima juga dilatih cara mengoperasikan becak listrik, mulai dari menghidupkan hingga pengereman,” jelasnya.
Sementara itu, panitia menegaskan bahwa penyerahan resmi bantuan dijadwalkan pada Minggu, 14 Desember 2025 pukul 12.00 WIB di depan Pendopo Kabupaten Jember. Hingga hari ini, pendataan calon penerima, pelatihan mengoperasikan unit, dan uji coba lapangan masih terus berlangsung demi memastikan becak listrik dapat digunakan dengan aman dan optimal.
Dengan membludaknya pendaftar, program bantuan ini tidak hanya membuka peluang peningkatan kesejahteraan, tetapi juga mencerminkan perubahan cara pandang terhadap pekerjaan tradisional di tengah berkembangnya teknologi transportasi ramah lingkungan. Para abang becak Jember kini menanti momen penting itu sebagai awal perjalanan baru yang lebih ringan dan bermartabat.
