Baubau – Kecepatan pesawat dan promo harga tiketnya yang semakin murah tak membuat penumpang menggunakan moda transportasi ini. Sebagian orang nyatanya masih setia memilih kapal laut. Beragam alasan penumpang naik kapal laut. Mulai menikmati perjalanan, hingga keamanan.
Arfenomark Daniel levrando (19) warga asal Manado memilih naik kapal laut daripada pesawat terbang. Menurut Mark sapaan akrabnya, cuaca di udara sedang tidak bersahabat itu alasan ia memilih kapal laut.
“Ya, naik pesawat terbang cuaca tidak mendukung. Ahirnya naik kapal laut,” ungkap Mark di KM. Sinabung, Minggu (22/1/2022).
Mark yang bekerja di salah satu anak perusahaan PLN ini mengaku sudah terbiasa naik kapal laut. Selain lebih hemat, dapat juga dibuat santai.
“Kalau perjalanan tidak terburu-buru, Lebih santai naik kapal laut,” ujar Mark.
Mark sendri akan bersandar di Ternate menuju pulau Obi. Dari Surabaya memakan waktu 3 hari bisa sampai ditempat kerjanya yang baru.
“Kemarin kami kerja di Sidoarjo,lalu kami dipindah ke Ternate tepatnya di Pulau Obi,” ujarnya.

Penumpang lain, Wahid (60) Warga asal Demak Jawa Tengah mengaku trauma naik pesawat terbang. Pesawat yang ia tumpangi sempat mengalami gangguan saat landing.
“Waktu naik pesawat ada gangguan landing. Kan saya sudah tua, jadi kaget. Trauma mau naik pesawat lagi,” ucapnya. Wahid yang juga perokok ini merasa lebih nyaman naik kapal laut.
Baginya, kapal laut lebih leluasa menikmati perjalanan sambil minum kopi dan menghisap rokok. Namun Wachid sadar diri, ia tidak membuang putung rokoknya sembarangan. Setelah ia matikan, ia masukkan ke dalam bak sampah.
“Kan lebih nikmat, tenang, sambil merokok dan minum kopi,” tutur Wachid sambil menghisap putung rokoknya.
Lain lagi dengan Ahmad (22) warga asal Bau-Bau ini memilih kapal laut agar lebih efisien. Selain itu, ia penikmat pemandangan dilaut.
“Ya bisa juga buat healing, bisa buat santai sambil menikmati perjalanan,” tuturnya.
Bukhori (50) asal Jepara mengungkapkan rute yang ia datangi lebih mudah memakai kapal laut. Banggai sebuah daerah yang ia tuju besama ponakannya.
“Ya lebih praktis naik kapal laut. Kalau naik pesawat terbang lebih ribet. Bandaranya jauh dari tempat saya, ” terang Bukhori.
Dua tahun terakhir, ia selalu memakai kapal laut. Menurutnya kapal laut juga lebih banyak membawa barang-barang.
“Enak gak kena biaya bagasi, tidak seperti pesawat terbang,” tandasnya.
