MALANG – Sektor budidaya udang nasional kerap dihadapkan pada ancaman penyakit infeksius yang dapat menurunkan produktivitas budidaya. Menjawab tantangan tersebut, Tim Dosen Berkarya dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), yang diketuai oleh Rizky Fadilla Agustin Rangkuti, S.Pi., M.Si., mengambil langkah strategis dengan menggandeng Pusat Riset Budidaya Laut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lombok dalam pengembangan teknologi akuakultur berkelanjutan.
Melalui program Dosen Berkarya, akademisi FPIK UB menjalin kolaborasi riset strategis dengan peneliti ahli bidang Lingkungan Akuakultur dari Pusat Riset Budidaya Laut BRIN Lombok, Dr. Apri I. Supii, S.Pi., M.Si.
Riset ini mengusung inovasi pemanfaatan mikroba laut lokal (indigenous marine bacteria) yang diformulasikan sebagai agen sinbiotik. Formulasi tersebut bekerja sebagai imunomodulator alami untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh udang, sehingga lebih tangguh terhadap infeksi patogen tanpa ketergantungan pada bahan kimia atau antibiotik sintetis.
Sinergi ini memadukan kepakaran dari akademisi kampus dan periset BRIN, yang didukung oleh keunggulan fasilitas laboratorium riset nasional guna mengeksplorasi potensi keanekaragaman hayati maritim Indonesia.

“Kolaborasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi adalah kunci percepatan inovasi dan hilirisasi hasil riset akuakultur. Pemanfaatan bakteri laut indigenous sebagai sinbiotik merupakan pendekatan ekologis yang sangat potensial. Kami tidak hanya mencari solusi ilmiah untuk memperkuat kekebalan udang secara alami, tetapi juga memastikan teknologi yang dikembangkan aman, ramah lingkungan, dan dapat diterapkan pada skala industri akuakultur,” ujar Dr. Apri I. Supii.
Keseriusan kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan dokumen Implementation Agreement (IA) yang memuat komitmen bersama jangka panjang.
Salah satu nilai penting dari Implementation Agreement tersebut adalah perluasan ruang lingkup kerja sama, yang tidak hanya mencakup penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga penguatan kapasitas pendidikan mahasiswa melalui program Magang Berdampak Riset dan Tugas Akhir.
Melalui skema magang riset dan tugas akhir, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan FPIK UB berkesempatan memperoleh pengalaman akademik secara langsung dalam ekosistem penelitian profesional.

Kerja sama ini sekaligus menjadi solusi strategis untuk mengakselerasi masa studi mahasiswa di tengah keterbatasan kapasitas laboratorium internal kampus.
Berada di bawah bimbingan langsung para peneliti profesional dengan dukungan fasilitas riset mutakhir milik BRIN, mahasiswa dapat mengasah keterampilan teknis, daya pikir analitis, hingga penguasaan instrumen laboratorium secara mendalam.
“Kerja sama pendidikan ini merupakan langkah yang sangat strategis bagi mahasiswa. Melalui akses langsung ke fasilitas riset advanced di BRIN Lombok, mahasiswa tidak hanya terbantu untuk menyelesaikan masa studi lebih cepat, tetapi juga dibekali penguasaan instrumen laboratorium mutakhir yang membuat mereka sangat siap bersaing dan terserap di dunia kerja,” tutur Rizky Fadilla, perwakilan Tim Dosen Berkarya PS Budidaya Perairan FPIK UB.
Langkah konkret melalui program Dosen Berkarya ini mempertegas peran penting sinergi akademisi dan lembaga riset nasional dalam menjawab tantangan nyata di lapangan, sekaligus mencetak generasi muda terampil yang siap mendukung keberlanjutan industri perikanan dan kelautan Indonesia.
