Kutim – “Langit menjadi tempat menggantungkan harapan.” Di tengah kondisi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menggelar Sholat Istisqo dan doa bersama di lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di wilayah Kutai Timur.
Pelaksanaan Sholat Istisqo diikuti jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta sedikitnya 200 personel gabungan TNI dan Polri. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman juga hadir mengikuti rangkaian ibadah tersebut. Kondisi kekeringan yang terjadi menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air, tetapi juga berpengaruh terhadap tanaman serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
Ardiansyah menjelaskan, Sholat Istisqo merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika umat menghadapi kesulitan hujan maupun kekurangan air. Melalui ibadah tersebut, masyarakat diajak tidak hanya melakukan upaya secara fisik, tetapi juga memperkuat doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Yang memang merupakan salah satu sunnah yang Rasulullah anjurkan pada saat kita mendapatkan persoalan kesulitan hujan, kesulitan air, tanam-tanaman pada kering, dan lain-lain. Sehingga salah satu syariat yang Rasulullah anjurkan adalah minta kepada Allah dengan melaksanakan surat istisqo. Kita berharap apa yang sudah kita lakukan betul-betul akan diijabah oleh Allah SWT,” kata Ardiansyah.
Menurutnya, pelaksanaan Sholat Istisqo sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperbanyak istighfar. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan kondisi kekeringan sebagai bahan introspeksi, termasuk mengevaluasi kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan tanpa disadari.
“Kemudian di kesempatan ini juga saya menyampaikan kepada media Salah satu syarat yang memang oleh Rasulullah anjurkan kepada kita Memperbanyak istighfar Memperbanyak istighfar Bisa jadi karena memang ini kelalaian kita Kesalahan kita Mungkin tidak kita sadari Atau mungkin juga kita sadari Tapi kita tidak sadar untuk minta ampun kepada Allah,” ujarnya.
Pesan serupa, lanjut Ardiansyah, juga disampaikan khatib dalam rangkaian ibadah tersebut. Masyarakat diingatkan untuk lebih banyak memohon ampun kepada Allah SWT sekaligus berharap hambatan yang menyebabkan belum turunnya hujan dapat segera berakhir.
“Nah kesempatan istighfar ini Ini tadi juga sudah disampaikan oleh Khotib untuk lebih banyak melantur dengan istighfar kepada Allah, minta ampun kepada Allah, sehingga apa yang terhambat saat ini, ini bisa jadi dikalbukan Allah SWT,” katanya.
Ardiansyah juga memberikan apresiasi kepada unsur Forkopimda yang ikut menggagas pelaksanaan Sholat Istisqo bersama tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian, Kodim, dan Lanal yang telah berkolaborasi menggelar kegiatan di halaman Kantor Bupati Kutai Timur.
“Saya terima kasih kepada Pak Kapolres, Pak Komandan Kodin, Pak Komandan Lanal, yang menggagas agenda ini bersama-sama di halaman kantor bupati ini. Terima kasih, itu saja,” ujarnya.
Kegiatan Sholat Istisqo menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi kondisi cuaca kering di Kutai Timur. Selain berdoa, pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas yang dapat memperparah dampak kekeringan.
Pemkab Kutai Timur berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air kembali membaik, tanaman yang terdampak kekeringan dapat kembali mendapatkan pasokan air, dan risiko kebakaran lahan dapat ditekan. Pemerintah juga mengajak masyarakat tetap menjaga kewaspadaan selama kondisi cuaca kering masih berlangsung.
