Surabaya – Tanda tanya menyelimuti kematian seorang pria berusia 57 tahun di sebuah minimarket Alfamart di kawasan Jalan Tambang Boyo, Surabaya. Pria tersebut meninggal setelah sebelumnya diamankan pegawai toko karena diduga kedapatan mengambil barang tanpa membayar. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya belum diketahui dan kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (25/8/2026) siang dan segera menarik perhatian warga di sekitar lokasi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pria tersebut awalnya diamankan oleh pegawai minimarket setelah diduga melakukan pencurian. Setelah diamankan, pria itu diketahui berada di bagian gudang toko sebelum kemudian meninggal dunia. Belum ada penjelasan resmi mengenai kondisi pria tersebut sejak pertama diamankan hingga akhirnya ditemukan meninggal.
Slamet, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengaku memperoleh informasi bahwa pria yang meninggal tersebut sebelumnya diketahui mengambil barang di minimarket.
“Yang meninggal itu ketahuan mencuri barang di Alfamart, lalu diamankan sama pegawainya. Saya tidak tahu detail kenapa kok bisa meninggal,” jelas Slamet.
Keterangan warga tersebut belum menjawab bagaimana kondisi korban ketika diamankan maupun apa yang terjadi selama berada di dalam area minimarket. Karena itu, kronologi lengkap kejadian masih menjadi bagian penting yang perlu didalami oleh aparat kepolisian guna memastikan apakah kematian tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan, kejadian lain saat proses pengamanan, atau faktor lainnya.
Upaya mendapatkan keterangan lebih rinci dari pihak minimarket juga belum menghasilkan penjelasan mengenai rangkaian peristiwa tersebut. Kepala toko yang ditemui tidak bersedia memaparkan kronologi maupun menyebutkan identitasnya. Ia meminta agar informasi mengenai perkara itu dikonfirmasi langsung kepada pihak kepolisian.
“Kalau mau tau masalah ini sampean (anda) langsung ke kapolsek saja, kita sama-sama kerja, saya juga takut disalahkan. Saya juga berhak tidak memberikan nama saya, karena privasi saya,” ujar kepala toko yang tidak berkenan untuk dimintai informasi dan namanya.
Sementara itu, Unit Reserse Kriminal Polsek Tambaksari telah menangani perkara tersebut. Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah pegawai minimarket sebagai saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum pria berusia 57 tahun itu meninggal dunia.
“Pegawainya sudah saya mintai keterangan sebagai saksi. Untuk selanjutnya menunggu hasil visum dari rumah sakit,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Amiruddin, Kamis (27/8/2026).
Hasil visum menjadi salah satu hal penting untuk menentukan penyebab kematian sekaligus membantu penyidik menilai ada atau tidaknya faktor lain yang berkaitan dengan meninggalnya pria tersebut. Sampai hasil pemeriksaan medis diperoleh dan disampaikan oleh pihak berwenang, penyebab kematian belum dapat dipastikan.
Peristiwa itu turut memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat, mulai dari kemungkinan serangan jantung, kondisi fisik akibat kekurangan makanan, hingga dugaan adanya kekerasan. Namun, seluruh spekulasi tersebut sejauh ini belum memiliki konfirmasi resmi dari kepolisian maupun hasil pemeriksaan medis. Karena itu, berbagai dugaan yang berkembang tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian.
Kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam minimarket itu kini bergantung pada hasil visum serta pemeriksaan saksi dan bukti lain oleh penyidik. Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk menyusun kronologi secara utuh, sementara masyarakat diharapkan tidak menarik kesimpulan sebelum penyebab kematian pria tersebut terungkap berdasarkan pemeriksaan resmi.
