Kukar – “Menjernihkan hati, merawat persaudaraan, dan mengetuk pintu langit” menjadi semangat yang menyelimuti pelaksanaan Mujahadah Rubu’ussanah Yayasan Perjuangan Wahidiyah Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Rahim, Loa Ipuh, Senin (24/8/2026), itu dirangkai dengan doa bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Mujahadah tersebut diikuti pengamal dan simpatisan Wahidiyah dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain menjadi agenda pembinaan mental dan spiritual yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, pertemuan berjamaah itu dimanfaatkan sebagai ruang mempererat ukhuwah sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan masyarakat serta bangsa Indonesia. Kegiatan mengangkat tema “Dengan Bermujahadah Kita Mensucikan Diri, Fafirruu Ilallah wa Rasulihi SAW dan Menjalin Ukhuwah demi Keberkahan dan Ridho Allah SWT.”
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Ketua PW Perjuangan Wahidiyah Kabupaten Kutai Kartanegara, M. Toha Suwarto, menyampaikan sambutan kepada jamaah. Ia mengajak seluruh pengamal untuk menjaga istiqamah dalam melaksanakan mujahadah, baik melalui kegiatan berjamaah maupun secara pribadi di tempat masing-masing ketika tidak memungkinkan hadir dalam agenda rutin.
“Semoga melalui mujahadah kita senantiasa diberikan kekuatan untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta terus menjaga kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa mujahadah tidak semata dipandang sebagai kegiatan seremonial yang dilakukan pada waktu tertentu. Bagi para pengamal Wahidiyah, amalan tersebut juga menjadi ikhtiar batin untuk melakukan pembenahan diri, memperkuat hubungan spiritual, serta menumbuhkan konsistensi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ketua Takmir Masjid Baitul Rahim Loa Ipuh, Ahmad Saifudin, turut memberikan sambutan. Ia menyambut positif terselenggaranya Mujahadah Rubu’ussanah di lingkungan masjid dan berharap Masjid Baitul Rahim tetap menjadi ruang bagi aktivitas keagamaan yang memberi manfaat luas kepada masyarakat.
Usai sambutan, kegiatan memasuki agenda utama Mujahadah Rubu’ussanah yang dipimpin Hj. Malikatul Luthfi, S.Sy., selaku Da’iyah dari Pusat. Selain memandu pelaksanaan mujahadah, ia juga menyampaikan tausiyah kepada jamaah yang hadir. Pembacaan Sholawat Wahidiyah, mujahadah, tausiyah, dan doa bersama menjadi bagian dari rangkaian yang berlangsung khidmat.
Mujahadah Rubu’ussanah sendiri merupakan kegiatan rutin para pengamal Wahidiyah yang diselenggarakan secara berjamaah setiap tiga bulan sekali. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempertemukan pengamal dan simpatisan dari berbagai wilayah sehingga komunikasi, silaturahmi, dan ukhuwah dapat terus terpelihara.
Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Para jamaah diajak menjadikan peringatan kelahiran Nabi sebagai pengingat untuk meneladani akhlak serta perjuangan beliau dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Pada saat yang sama, rangkaian doa juga dikaitkan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Jamaah memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa berada dalam suasana damai, bersatu, selamat, maju, serta memperoleh keberkahan. Semangat mencintai Rasulullah SAW dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan berjalan berdampingan dan tercermin dalam kehidupan bermasyarakat.
Kekhidmatan terlihat sepanjang kegiatan ketika jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian Sholawat Wahidiyah dan mujahadah. Doa dipanjatkan agar setiap individu memperoleh kejernihan hati, keteguhan menjalani kehidupan, serta keberkahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Jamaah juga mendoakan bangsa Indonesia agar dijauhkan dari berbagai bentuk perpecahan, bencana, dan persoalan yang berpotensi mengganggu persatuan serta ketenteraman masyarakat. Doa untuk kehidupan nasional itu menjadi salah satu wujud ikhtiar batin dalam mengisi kemerdekaan melalui jalan spiritual dan penguatan persaudaraan.
Seluruh rangkaian Mujahadah Rubu’ussanah kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Hj. Malikatul Luthfi, S.Sy. Doa penutup menjadi puncak ikhtiar para jamaah dalam memohon keselamatan, kedamaian, keberkahan, serta ridho Allah SWT bagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara dan bangsa Indonesia.
Yayasan Perjuangan Wahidiyah Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara berharap Mujahadah Rubu’ussanah dapat terus diselenggarakan secara konsisten setiap tiga bulan sesuai jadwal yang telah ditetapkan DPPW. Keberlanjutan agenda tersebut diharapkan tidak sebatas menjaga rutinitas, melainkan semakin memperkuat pembinaan mental dan spiritual, mempererat ukhuwah, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
