Pasbar – Semangat kemerdekaan seolah mengalir di sepanjang jalan saat ribuan pelajar memenuhi kawasan pawai alegoris tingkat Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (15/8/2026). Warna-warni pakaian adat, dentuman drumband, hingga kostum perjuangan menjadikan kegiatan tersebut sebagai “panggung kebangsaan” yang menyatukan kreativitas generasi muda dengan semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Pawai alegoris tersebut diikuti siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA sederajat yang berasal dari sejumlah wilayah di Pasaman Barat. Kegiatan dibuka secara resmi atas nama Bupati Pasaman Barat H. Yulianto, S.H., M.M., oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat Doddy San Ismail. Pembukaan ditandai dengan pengibaran bendera start/finish secara simbolis di depan barisan peserta sebelum rombongan mulai menyusuri rute yang telah ditetapkan panitia.
Sejumlah unsur pemerintah daerah turut menyaksikan pelepasan peserta dari panggung kehormatan. Di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Getri AR, Kepala Dinas Pendidikan Imter Pedri, Kepala Dinas Kesehatan dr. Ghina Alecia, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Sekda Pasaman Barat Doddy San Ismail memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam mempersiapkan hingga mengawal pelaksanaan pawai. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama panitia, aparat keamanan, tenaga pendidik, kepala sekolah, serta pihak lain yang ikut menjaga kelancaran acara.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran panitia, dari Polri, para guru, para kepala sekolah yang bisa menyukseskan acara pawai alegoris pada pagi hari ini,” ujar Doddy San Ismail.
Selain menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan, pemerintah daerah menekankan pentingnya ketertiban selama pawai berlangsung. Banyaknya peserta serta masyarakat yang menyaksikan kegiatan di sepanjang jalan membuat aspek keamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama panitia sejak pelepasan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Kita laksanakan pawai alegoris ini dengan tertib, dengan aman, untuk membangkitkan cinta kita terhadap tanah air, untuk meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Para panitia agar betul-betul menjaga keamanan dan keselamatan peserta pawai alegoris ini dari awal hingga akhir kegiatan ini,” tegas Doddy.
Menurut Doddy, pawai alegoris tidak hanya memiliki nilai hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pendidikan kebangsaan bagi generasi muda untuk mengenal nilai perjuangan, menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme, sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semangat tersebut tergambar dari berbagai penampilan yang dibawakan para peserta. Pelajar mengenakan pakaian adat dari beragam daerah di Nusantara, kostum kreasi bernuansa budaya, hingga atribut yang menggambarkan perjuangan para pahlawan. Sejumlah sekolah juga menampilkan kelompok drumband yang membuat suasana sepanjang jalur pawai semakin semarak.
Tidak sedikit peserta yang mengangkat tema perjuangan kemerdekaan melalui barisan alegoris. Ada pula penampilan yang menggambarkan kemajuan serta hasil pembangunan Kabupaten Pasaman Barat. Perpaduan tema kebangsaan, keberagaman budaya dan pembangunan daerah itu sekaligus memperlihatkan kreativitas sekolah dalam mengemas pesan kemerdekaan agar dekat dengan generasi muda.
Antusiasme tidak hanya datang dari peserta. Masyarakat terlihat memenuhi sejumlah sisi jalan yang menjadi rute pawai. Mereka menyaksikan setiap rombongan yang melintas sambil memberikan tepuk tangan dan sorak-sorai. Suasana semakin meriah ketika peserta menampilkan atraksi seni maupun memberikan salam penghormatan saat melintas di depan panggung utama tempat para pejabat daerah berada.
Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Pedri menilai besarnya partisipasi pelajar dalam kegiatan itu menunjukkan kuatnya kreativitas serta kekompakan sekolah-sekolah di daerah tersebut. Keterlibatan siswa juga menjadi bentuk dukungan dunia pendidikan terhadap rangkaian peringatan hari besar nasional sekaligus ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan pemahaman mereka mengenai budaya dan kebangsaan.
Pawai alegoris tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada peserta maupun masyarakat. Berbagai pakaian adat yang dikenakan pelajar memperlihatkan bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang tetap dipersatukan dalam semangat kebangsaan.
Di tengah kemeriahan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026, pawai tersebut menghadirkan pesan bahwa nilai kemerdekaan tidak hanya dikenang melalui seremoni. Semangat perjuangan juga dapat diwariskan melalui kegiatan pendidikan, seni, budaya, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga persatuan.
Secara keseluruhan, pawai alegoris tingkat Kabupaten Pasaman Barat berlangsung aman, lancar, dan penuh kegembiraan. Kehadiran ribuan pelajar bersama masyarakat menjadikan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai perayaan menjelang Hari Kemerdekaan, tetapi juga wadah memperkuat persatuan, menumbuhkan nasionalisme, serta meneruskan semangat perjuangan kepada generasi mudah.
