Bandar Lampung – Merah Putih mulai mewarnai jalan-jalan Kota Bandar Lampung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan sekadar menjadi ornamen Agustus, bendera kebangsaan itu dibagikan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai “nyala kecil” yang diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian warga terhadap lingkungan serta daerahnya.
Sebanyak 10 ribu bendera Merah Putih dibagikan kepada masyarakat oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Jumat (7/8/2026). Pembagian berlangsung di beberapa kawasan strategis, termasuk Bundaran Tugu Adipura serta Jalan Yos Sudarso di sekitar pertigaan Kecamatan Bumi Waras. Bendera diberikan langsung kepada warga dan pengendara yang melintas sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Di tengah kesibukan lalu lintas perkotaan, Eva bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah turun langsung menyapa masyarakat sekaligus menyerahkan bendera. Respons warga terlihat antusias saat menerima simbol negara tersebut. Melalui kegiatan itu, pemerintah kota berupaya membawa nuansa peringatan kemerdekaan lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan seremonial pemerintahan.
Pembagian ribuan bendera tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memasang Merah Putih di rumah, lingkungan permukiman, hingga tempat usaha masing-masing. Pemerintah kota ingin peringatan kemerdekaan menjadi momentum yang melibatkan masyarakat secara luas serta membangun kembali kesadaran terhadap pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan sosial yang beragam.
“Ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami mengajak seluruh masyarakat Bandar Lampung untuk bersama-sama memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, lingkungan, maupun tempat usaha masing-masing,” ujar Eva.
Eva menilai semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan hanya melalui pemasangan simbol negara. Menurutnya, kecintaan terhadap Indonesia juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari menjaga kerukunan, memperkuat gotong royong, membantu sesama, hingga ikut berperan dalam pembangunan daerah.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, menurut Pemerintah Kota Bandar Lampung, juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali nilai perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan yang telah diraih perlu diisi dengan tindakan positif dan konstruktif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam momentum tersebut, Eva juga mengingatkan masyarakat agar berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan di lingkungan masing-masing tetap berjalan tertib. Semarak perlombaan, pemasangan dekorasi, maupun kegiatan masyarakat diharapkan tidak mengabaikan faktor keamanan serta kenyamanan lingkungan.
“Semoga semangat kemerdekaan ini bisa terus kita jaga. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, gotong royong, dan bersama-sama membangun Kota Bandar Lampung menjadi lebih baik,” katanya.
Ajakan tersebut menempatkan peringatan kemerdekaan bukan hanya sebagai agenda tahunan, melainkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial. Pemkot Bandar Lampung berharap masyarakat semakin menyadari bahwa pembangunan kota membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk warga yang menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di lingkungan masing-masing.
Bendera Merah Putih yang dibagikan kepada masyarakat pun memiliki pesan lebih luas daripada sekadar dekorasi menjelang 17 Agustus. Di balik warna merah dan putih terdapat simbol keberanian, kesucian, persatuan, sekaligus tanggung jawab bersama dalam mempertahankan hasil perjuangan kemerdekaan melalui kontribusi sesuai peran masing-masing.
Semangat tersebut diharapkan tetap hidup setelah seluruh rangkaian HUT ke-81 RI selesai digelar. Bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung, nasionalisme tidak hanya tampak ketika Merah Putih berkibar sepanjang Agustus, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian sosial, kerukunan antarwarga, semangat gotong royong, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan membangun Bandar Lampung menjadi kota yang lebih baik.
