Jombang – “Pintu masa depan” kini terbuka lebih lebar bagi ratusan anak di Kabupaten Jombang. Pemerintah Kabupaten Jombang resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kamis (30/7/2026).
Pembukaan MPLS tersebut dirangkai dalam kegiatan Open House yang melibatkan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta unsur pemerintah dan lembaga terkait. Sekolah yang berdiri di atas lahan hibah milik Pemkab Jombang seluas 6,3 hektare itu kini menampung 370 murid dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Kegiatan dihadiri Bupati Jombang H Warsubi, S.H., M.Si., Wakil Bupati Jombang H Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Ketua DPRD Kabupaten Jombang H Hadi Atmaji, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Dyah Ambarwati, dan Sekretaris Daerah Jombang H Agus Purnomo. Hadir pula perwakilan Kantor Staf Presiden, Kementerian Sosial, Dinas Sosial Jawa Timur, jajaran perangkat daerah, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan selamat kepada seluruh peserta didik yang memulai tahun ajaran baru. Ia berharap MPLS menjadi langkah awal yang baik bagi para murid untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun semangat belajar, dan menyesuaikan diri dengan pola pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan lebih semangat, rajin, dan giat untuk meraih prestasi. Jangan ragu terhadap kemampuan diri sendiri karena setiap anak memiliki potensi untuk berhasil selama mau berusaha, tekun belajar, dan tidak mudah menyerah,” pesan Bupati Jombang kepada para peserta didik.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memutus keterbatasan sosial dan ekonomi. Menurut pemerintah daerah, Sekolah Rakyat dibangun agar setiap anak memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas tanpa dibatasi latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi.
Warsubi juga mengingatkan para murid bahwa mereka merupakan bagian dari generasi penerus bangsa. Karena itu, proses pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kejujuran, keterampilan, karakter yang baik, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Melalui rangkaian MPLS, para peserta didik diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, fasilitas pendidikan, dan kehidupan bersama di dalam asrama. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk membangun persahabatan antarsiswa serta menumbuhkan rasa percaya diri sebagai bagian dari keluarga besar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang.
Pemkab Jombang turut menyampaikan penghargaan kepada guru, tenaga kependidikan, pendamping, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan sekolah tersebut. Para pendidik diminta terus memberikan bimbingan dengan kesabaran, kepedulian, serta keteladanan agar para murid merasa aman dan nyaman selama mengikuti proses pembelajaran.
Lingkungan pendidikan yang inklusif juga menjadi salah satu perhatian utama. Setiap murid diharapkan memperoleh ruang yang sama untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bakat masing-masing. Dukungan fasilitas serta pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar potensi para siswa dapat tumbuh secara optimal.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang saat ini memiliki 370 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 270 murid baru, masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 100 siswa lama yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan Sekolah Rakyat rintisan.
Pembangunan sekolah permanen di Desa Tunggorono menjadi bagian dari dukungan Pemkab Jombang terhadap program prioritas pemerintah pusat. Penyerahan lahan seluas 6,3 hektare menjadi fondasi penting bagi pembangunan kompleks pendidikan yang dilengkapi ruang belajar, asrama, laboratorium, ruang kesehatan, dan fasilitas penunjang lainnya.
“Alhamdulillah Jombang mendapatkan kesempatan yang pertama mendirikan Sekolah Rakyat. Hari ini dapat kita saksikan bangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Jombang dengan gedung yang luar biasa, tata letak luar biasa, dan seluruh pendidik yang luar biasa. Ini adalah keberkahan bagi Kabupaten Jombang,” jelas Bupati Warsubi dengan rasa syukur.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang, Andik Minarto, S.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat rintisan telah dimulai sejak 14 Juli 2025. Pada masa awal, proses pendidikan dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB Mojoagung.
Andik mengapresiasi dukungan Pemkab Jombang dalam penyediaan lahan dan pembangunan fasilitas permanen. Setelah sekitar satu tahun menjalankan kegiatan di lokasi sementara, Sekolah Rakyat kini dapat menempati gedung baru dan memulai MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di Desa Tunggorono pada Kamis (30/7/2026).
Pembukaan MPLS berlangsung semarak dengan berbagai penampilan peserta didik. Para murid menampilkan keterampilan Pasukan Baris-Berbaris, storytelling dalam bahasa Inggris, pertunjukan musik dan nyanyian, kungfu, serta pantomim. Penampilan tersebut menunjukkan keberagaman bakat yang dikembangkan selama mengikuti proses pendidikan.
Kedatangan Bupati Warsubi di lokasi juga disambut yel-yel anggota Pramuka. Saat memasuki aula, Bupati menerima buket bunga dari peserta didik, kemudian diiringi Tari Remo “Cucuk Lampah” sebelum membuka secara resmi rangkaian MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam kegiatan itu, Bupati Warsubi turut menyerahkan bantuan paket perlengkapan sekolah dan kebutuhan asrama secara simbolis kepada murid baru. Bantuan tersebut diharapkan mendukung kesiapan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar dan menjalani kehidupan berasrama.
Pada akhir acara, Bupati Jombang bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang guru, hingga ruang Unit Kesehatan Sekolah. Mereka juga melihat berbagai karya seni hasil kreativitas siswa yang dipamerkan di lingkungan sekolah.
Beroperasinya gedung baru SRT 1 Jombang menjadi babak baru bagi penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah tersebut. Dengan dukungan lahan, fasilitas pendidikan, tenaga pengajar, dan pembinaan berkelanjutan, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih masa depan.
