Jakarta – “Trofi hanyalah awal.” Filosofi tersebut mencerminkan arah baru yang ingin dibangun John Herdman bersama Timnas Indonesia. Bagi pelatih asal Kanada itu, Piala AFF 2026 bukan sekadar ajang memburu gelar, tetapi juga momentum membentuk fondasi kuat bagi masa depan sepak bola nasional.
John Herdman menegaskan bahwa keikutsertaan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 memiliki misi yang lebih besar dibandingkan sekadar menjadi kampiun. Turnamen yang akan berlangsung mulai 24 Juli 2026 itu dipandang sebagai kesempatan untuk membangun identitas permainan, memperkuat mental bertanding, serta mempercepat perkembangan para pemain menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari program jangka panjang yang sedang dijalankan bersama skuad Garuda.
“Kami ingin membangun sesuatu yang dapat bertahan lama. Bukan hanya memenangkan satu turnamen, tetapi menciptakan budaya kemenangan dan identitas permainan yang kuat,” ujar John Herdman.
Menurut Herdman, keberhasilan sebuah tim nasional tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang diraih. Ia menilai proses pembentukan karakter, disiplin, serta kemampuan pemain menjalankan filosofi permainan menjadi aspek penting untuk menjaga konsistensi prestasi dalam jangka panjang. Karena itu, setiap pertandingan di Piala AFF 2026 akan dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan kualitas individu maupun kolektif para pemain.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut juga memberikan perhatian besar terhadap regenerasi skuad. Kehadiran pemain muda dipadukan dengan sejumlah pemain senior diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam tim. Selain mengejar hasil positif di turnamen regional, Herdman ingin memberikan pengalaman berharga kepada generasi penerus agar siap menghadapi kompetisi yang lebih berat, termasuk Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.
“Setiap pemain harus memahami bahwa mereka bukan hanya bermain untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan sepak bola Indonesia. Kami ingin membangun standar yang terus meningkat dari satu turnamen ke turnamen berikutnya,” kata Herdman.
Di sisi lain, ekspektasi masyarakat terhadap Timnas Indonesia tetap tinggi. Setelah beberapa kali gagal meraih gelar juara Piala AFF, publik berharap era kepelatihan Herdman mampu menghadirkan prestasi yang selama ini dinantikan. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus dibangun melalui proses yang tepat, mulai dari peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan, hingga konsistensi dalam setiap pertandingan.
Pemusatan latihan yang diikuti puluhan pemain menjadi bagian dari upaya menyusun tim yang tidak hanya kompetitif di level ASEAN, tetapi juga mampu berkembang untuk menghadapi tantangan internasional. Evaluasi terhadap seluruh pemain dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, fisik, taktik, dan mental sebelum menentukan skuad akhir yang akan berlaga di Piala AFF 2026.
Dengan visi jangka panjang tersebut, Piala AFF 2026 menjadi lebih dari sekadar perebutan trofi bagi Timnas Indonesia. Turnamen ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun tim nasional yang lebih solid, berkarakter, dan mampu bersaing secara berkelanjutan di level Asia.
