Malang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Workshop Scientific Article Writing and Publication bersama Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung di Exhibition Room FPIK UB pada 4 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari program Joint Supervision bertema “Paradigm Shift in the Blue Food Concept for Future Food Security and Circular Economy”.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa pascasarjana dan dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus memperkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Malaysia pada bidang blue food, teknologi hasil perikanan, serta ekonomi sirkular berbasis sumber daya akuatik.
Workshop menghadirkan Assoc. Prof. Ts. Dr. Norizah Mhd. Sarbon dari Faculty of Food Science and Agrotechnology, Universiti Malaysia Terengganu, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Norizah membagikan strategi praktis dalam menyusun artikel ilmiah yang kompetitif untuk jurnal internasional, mulai dari penyusunan judul dan abstrak, struktur IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), hingga penguatan novelty penelitian.
“Artikel ilmiah yang baik tidak hanya menyajikan data yang kuat, tetapi juga harus mampu menunjukkan kontribusi ilmiah yang jelas serta relevansi temuan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan saat ini,” ujar Norizah dalam sesi workshop.
Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Equity skema Joint Supervision yang diinisiasi oleh Rahmi Nurdiani, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D. dan Abdul Aziz Jaziri, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Melalui program tersebut, FPIK UB mendorong penguatan pembimbingan bersama mahasiswa pascasarjana, pengembangan riset kolaboratif, serta peningkatan luaran publikasi internasional bersama mitra luar negeri.
Rahmi Nurdiani menjelaskan bahwa peningkatan kualitas publikasi ilmiah menjadi salah satu fokus penting dalam penguatan reputasi akademik fakultas di tingkat global.
“Kolaborasi dengan Universiti Malaysia Terengganu tidak hanya memberikan kesempatan belajar dari pakar internasional, tetapi juga membuka peluang penelitian dan publikasi bersama yang lebih luas bagi dosen maupun mahasiswa pascasarjana,” ungkapnya.

Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti diskusi kelompok dan klinik penulisan manuskrip. Mahasiswa pascasarjana berkesempatan mendiskusikan topik penelitian, kendala yang dihadapi dalam proses publikasi, hingga strategi memilih jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian masing-masing.
Sebagai luaran akademik, kolaborasi UB–UMT diarahkan untuk menghasilkan artikel ilmiah bersama berjudul “Aquatic-Based Biopolymers for Hydrogel Applications: Advances, Challenges, and Future Perspectives”. Topik tersebut berfokus pada pengembangan biopolimer berbasis sumber daya akuatik yang memiliki potensi besar untuk aplikasi hidrogel, pangan fungsional, biomaterial, serta pengembangan circular bioeconomy.
Melalui program ini, FPIK UB berharap kerja sama dengan Universiti Malaysia Terengganu dapat berkembang lebih jauh dalam bentuk supervisi akademik bersama, pengembangan proposal riset internasional, pertukaran akademisi, hingga publikasi kolaboratif pada jurnal bereputasi global. Langkah ini sejalan dengan visi FPIK UB untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing internasional dalam bidang perikanan dan ilmu kelautan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi internasional, pengembangan inovasi berbasis sumber daya perairan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian berkelanjutan.
