Pasuruan – “Kebersihan adalah wajah kota,” semangat itu kembali ditegaskan Pemerintah Kota Pasuruan saat mengintensifkan Aksi Korve atau kerja bakti lingkungan di kawasan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Jumat (29/5/2026). Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen daerah mendukung Program Nasional Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, tersebut melibatkan jajaran Pemkot Pasuruan, unsur TNI/Polri, petugas kebersihan, serta masyarakat sekitar. Aksi bersih-bersih ini digelar sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Republik Indonesia dan menjadi agenda rutin dua kali sepekan, setiap Selasa dan Jumat, untuk memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan masyarakat.
“Kegiatan kebersihan ini bukan hanya sekadar kewajiban administratif untuk dilaporkan, tetapi juga bentuk komitmen nyata Pemerintah Kota Pasuruan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Adi.
Adi menjelaskan, gerakan ASRI sejalan dengan program kebersihan yang telah lama berjalan di Kota Pasuruan, yakni Pasuruan Resik. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menjadi kebiasaan bersama agar lingkungan kota terbebas dari sampah, terutama di kawasan pesisir dan pelabuhan.
Pemkot Pasuruan juga tengah melakukan penanganan bangkai perahu di area pelabuhan. Proses pengangkatan disebut telah dimulai sejak Senin (25/5/2026) dan terus berlanjut sebagai bagian dari penataan kawasan.
“Hari ini pengangkatan bangkai perahu pelabuhan dilakukan mulai hari Senin kemarin dan berlanjut terus. Maka kita perbuat programnya, yaitu program Korve atau ASRI yang sudah berjalan beberapa waktu sampai saat ini,” terang Adi.
Ia berharap gerakan kebersihan tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi juga menular ke seluruh warga. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci agar Kota Pasuruan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
“Harapannya gerakan kebersihan ini bukan hanya parsial, tapi bisa kita lakukan secara reguler oleh Pemerintah Kota Pasuruan dan kami juga mengajak masyarakat Kota Pasuruan dalam bersih-bersih di lingkungannya masing-masing,” imbuhnya.
Selain Korve, Pemkot Pasuruan terus melakukan sosialisasi hidup bersih melalui program Pasuruan Resik, termasuk kegiatan senam resik-resik sebagai media edukasi kepada masyarakat. Namun, Adi menyayangkan masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai dan selokan.
Kebersihan kawasan pelabuhan dinilai semakin penting karena wilayah tersebut diarahkan tidak hanya sebagai pusat niaga, tetapi juga kawasan pariwisata. Dengan lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman, potensi pesisir Pasuruan diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi daerah.
“Wilayah pelabuhan ini kita orientasikan selain untuk niaga juga sebagai kawasan pariwisata. Kuncinya adalah kebersihan,” pungkasnya.
Melalui gerakan Jumat Bersih dan Aksi Korve yang digelar rutin, Pemkot Pasuruan berharap kesadaran warga menjaga lingkungan pesisir semakin meningkat. Kolaborasi pemerintah, aparat, petugas kebersihan, dan masyarakat menjadi pondasi penting untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang aman, sehat, resik, dan indah.
