Malang – Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), menyelenggarakan kegiatan Sharing Session: Career and Scholarship Opportunity pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 3 in 1 – Integrated Marine Biotechnology Learning and Research Program 2026 yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terkait peluang karier, riset, internship, dan beasiswa di bidang kelautan.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan dua alumni Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang kini berkarier di tingkat nasional dan internasional, yakni Dr. Eri Sahabudin, Ph.D. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Isty Angrelina, S.Kel., M.Si. dari Korea Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC).
Ketua pelaksana kegiatan, Dian Aliviyanti, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan gambaran nyata bagi mahasiswa terkait peluang pengembangan karier dan akademik setelah lulus dari Program Studi Ilmu Kelautan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa terkait peluang karier, riset, internship, serta kesempatan beasiswa di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Selain menghadirkan alumni sebagai narasumber utama, kegiatan ini juga melibatkan Ketua Departemen Keilmuan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMALAYA 2026) yang mempresentasikan materi mengenai prospek karier lulusan Ilmu Kelautan sejak masa perkuliahan. Dalam pemaparannya, mahasiswa diberikan gambaran mengenai berbagai jalur karier yang dapat ditempuh lulusan Ilmu Kelautan, mulai dari bidang penelitian dan akademik, instansi pemerintah, NGO dan konservasi, hingga sektor industri dan kewirausahaan kelautan.
Materi tersebut juga menyoroti pentingnya membangun pengalaman sejak dini, memperluas relasi, aktif mengikuti organisasi, serta meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills selama kuliah. Selain itu, mahasiswa dikenalkan pada berbagai peluang beasiswa nasional dan internasional seperti LPDP, Fulbright, Erasmus Mundus, Chevening, hingga GKS Scholarship.
Presentasi dari HIMALAYA 2026 mendapat respons positif dari peserta karena memberikan perspektif yang dekat dengan pengalaman mahasiswa sehari-hari sekaligus membuka wawasan terkait peluang pengembangan diri di bidang kelautan.
Dalam sesi pemaparan utama, Dr. Eri Sahabudin membagikan perjalanan hidup dan pengalamannya yang dinilai sangat inspiratif oleh mahasiswa. Ia menceritakan bagaimana dirinya berasal dari keluarga sederhana, menempuh pendidikan S1 di Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, melanjutkan studi ke luar negeri hingga meraih gelar doktor, dan kini berkarier sebagai peneliti di BRIN.
Pengalaman tersebut menjadi motivasi kuat bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan diri dan tidak takut bermimpi besar meskipun memiliki keterbatasan. Dr. Eri juga menekankan pentingnya konsistensi, keberanian mengambil peluang, dan membangun jejaring akademik sejak masa kuliah.
“Kesempatan itu tidak datang begitu saja. Mahasiswa harus aktif mencari pengalaman, membangun relasi, dan terus meningkatkan kemampuan diri,” ungkapnya dalam sesi diskusi.
Sementara itu, Isty Angrelina membahas pengalaman profesionalnya di KIOTEC serta berbagai peluang pengembangan diri di tingkat internasional. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa lulusan Ilmu Kelautan memiliki peluang karier yang sangat luas, baik di bidang riset, pemerintahan, NGO internasional, maupun sektor privat.
Ia juga memberikan berbagai pesan praktis kepada mahasiswa, seperti pentingnya membangun pengalaman sejak dini, memperluas jaringan profesional, mengembangkan keterampilan, dan tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses pengembangan diri.
Mahasiswa peserta kegiatan terlihat sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi bersama narasumber. Banyak peserta menggali informasi terkait strategi mendapatkan beasiswa luar negeri, peluang magang internasional, pengembangan karier di bidang kelautan, hingga tantangan dunia kerja di era global.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Kelautan FPIK UB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing internasional. Program ini juga menjadi wadah penguatan jejaring alumni dan mahasiswa dalam mendukung pengembangan akademik serta profesional di bidang ilmu kelautan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
