Jember – Bagi para guru honorer yang pernah menanti kepastian nasib bertahun-tahun, perhatian terhadap kesejahteraan menjadi harapan yang selalu dijaga. Di Kabupaten Jember, angin optimisme itu mulai terasa setelah sejumlah guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menilai kebijakan pemerintah daerah semakin berpihak pada tenaga pendidik, terutama terkait penghasilan dan hak sertifikasi.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Persatuan Penggerak ASN P3K Jember, Trio Saputra, yang menilai kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait menunjukkan keberpihakan terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru P3K di Jember saat ini dinilai lebih baik dibanding sejumlah daerah lain.
“Untuk kebijakan ASN P3K itu sudah bagus daripada kabupaten lain. Beliau sangat concern terhadap pendidikan,” ujar Trio.
Guru SD Yosorati 05 Sumberbaru itu menjelaskan, salah satu indikator positif yang dirasakan para guru adalah semakin tertatanya sistem penggajian dan pencairan tunjangan sertifikasi. Meski tunjangan profesi guru merupakan kewenangan pemerintah pusat, ia menyebut pemerintah daerah tetap aktif mengawal proses administrasi dan komunikasi agar hak guru dapat diterima tepat waktu.
“Walaupun tunjangan itu ranah pusat, pemerintah daerah di bawah Gus Fawait terus mendorong. Jadi ada sinergi luar biasa antara pusat dan daerah,” katanya.
Trio bukan sosok asing dalam perjuangan tenaga pendidik non-ASN. Sebelum lolos menjadi ASN P3K, ia mengabdi selama 14 tahun sebagai guru honorer. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memahami tantangan yang dihadapi para tenaga pendidik, mulai dari keterbatasan kesejahteraan hingga kepastian status pekerjaan.
Ia juga tercatat sebagai bagian dari 728 formasi guru angkatan 2024 yang menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan secara simbolis langsung dari Bupati Jember di kawasan wisata Watu Ulo. Momen tersebut, menurutnya, menjadi simbol pengakuan terhadap pengabdian para guru yang selama bertahun-tahun bekerja di sektor pendidikan.
Saat ini, lanjut Trio, guru P3K penuh waktu golongan 9 di Kabupaten Jember telah merasakan sistem pembayaran gaji dan sertifikasi yang lebih lancar. Proses pencairan disebut langsung masuk ke rekening masing-masing guru tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah sekarang penggajian dan sertifikasi sudah lancar. Itu sangat membantu teman-teman guru P3K,” ungkapnya.
Meski sejumlah perbaikan mulai dirasakan, Trio berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap guru P3K paruh waktu. Menurutnya, kelompok tersebut masih membutuhkan kepastian status agar ke depan memiliki kesempatan menjadi P3K penuh waktu dengan hak yang lebih setara.
Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya mekanisme perubahan status bagi guru P3K menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), terutama bagi mereka yang telah memiliki masa pengabdian panjang di dunia pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Gus Bupati. Kami siap mengawal kebijakan agar semakin pro terhadap kesejahteraan P3K di Jember,” pungkasnya.
Di tengah tantangan sektor pendidikan yang terus berkembang, perhatian terhadap kesejahteraan guru dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran. Pemerintah daerah pun diharapkan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat agar hak tenaga pendidik dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
