Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan persiapan pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2026. Tidak hanya menyiapkan puluhan armada bus untuk mengantar jamaah, Pemkab Jember juga menyediakan truk ekspedisi khusus guna mengangkut ribuan koper jamaah menuju Embarkasi Haji Surabaya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan maksimal agar jamaah dapat menjalankan proses keberangkatan dengan lebih nyaman dan tertib. Sebanyak 70 armada bus telah disiapkan untuk mendukung mobilisasi jamaah haji asal Jember menuju embarkasi. Sementara itu, pengiriman koper jamaah dilakukan lebih awal menggunakan kendaraan logistik khusus.
Sebanyak 2.956 koper milik jamaah dari Kloter 90 hingga Kloter 98 dijadwalkan terkumpul di Aula MAN 2 Jember, Kelurahan Gebang, pada Senin [11 Mei 2026]. Proses pengumpulan koper dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan ditargetkan selesai dalam satu hari.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses keberangkatan jamaah berjalan lancar, termasuk dalam urusan logistik barang bawaan jamaah.
“Selain bus untuk jamaah, kami juga menyiapkan truk ekspedisi khusus koper. Satu jamaah satu koper, dan kami pastikan seluruh koper tiba di Embarkasi Surabaya sehari sebelum jamaah datang,” ujarnya.
Menurut Hafid, sistem pengiriman koper lebih awal tersebut bertujuan meringankan beban jamaah dan keluarga. Dengan mekanisme itu, jamaah tidak perlu lagi membawa koper besar hingga ke Surabaya karena seluruh proses pengiriman telah ditangani pemerintah daerah.
“Ini bentuk pelayanan maksimal agar jamaah bisa lebih fokus mempersiapkan ibadah tanpa terbebani urusan logistik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, menjelaskan bahwa proses pengumpulan koper dilakukan secara bertahap sesuai jadwal masing-masing kloter. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan jamaah di lokasi pengumpulan koper.
“Kloter 90 dimulai pukul 07.00 sampai 08.00 WIB, lalu berlanjut hingga Kloter 98. Seluruh proses ditargetkan selesai dalam sehari,” jelas Nur Sholeh, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, koper jamaah akan diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Surabaya sehari sebelum jadwal keberangkatan jamaah. Untuk Kloter 90 dan 91, koper dijadwalkan dikirim pada [13 Mei 2026]. Sedangkan koper Kloter 92 hingga 96 diberangkatkan pada [14 Mei 2026], dan Kloter 97 hingga 98 pada [15 Mei 2026].
Selain memastikan kesiapan transportasi, pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember juga mengingatkan jamaah agar mematuhi aturan barang bawaan sesuai ketentuan penerbangan dan penyelenggaraan ibadah haji. Berat koper utama dibatasi maksimal 32 kilogram, sedangkan tas tenteng hanya diperbolehkan maksimal 7 kilogram.
Nur Sholeh menegaskan terdapat sejumlah barang yang dilarang dibawa jamaah, seperti senjata tajam, barang berbau menyengat, serta cairan dalam jumlah berlebihan. Beberapa barang tertentu juga dibatasi, di antaranya parfum maksimal 100 mililiter, rokok dua slop, dan power bank dengan kapasitas maksimal 20.000 mAh.
Dengan berbagai fasilitas yang disiapkan, Pemerintah Kabupaten Jember berharap seluruh jamaah dapat menjalani proses keberangkatan dengan lebih tenang dan nyaman. Pelayanan logistik dan transportasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan pendampingan terbaik bagi jamaah haji asal Jember menuju Tanah Suci. (ADV).
