Pasaman Barat – Tangis haru dan doa mengalir seperti sungai yang tak terbendung, mengiringi langkah para tamu Allah menuju perjalanan suci. Di aula kantor bupati, momen pelepasan calon jamaah haji berubah menjadi peristiwa emosional yang menyatukan harapan, iman, dan kebersamaan.
Sebanyak 211 calon jamaah haji asal Pasaman Barat resmi dilepas pada Ahad (3/5/2026). Dari jumlah tersebut, 194 orang tergabung dalam kloter 10 yang diberangkatkan lebih awal, sementara 17 jamaah lainnya dijadwalkan berangkat pada kloter 14. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati , bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Yulianto menyampaikan rasa syukur atas kesempatan langka yang diperoleh para jamaah untuk menunaikan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Keberangkatan bapak dan ibu sekalian adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri. Tidak semua orang mendapat kesempatan ini. Maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya,” ujar Yulianto.
Ia juga menitipkan pesan agar para jamaah menjaga kekompakan dan saling membantu selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kebersamaan menjadi kunci kelancaran ibadah sekaligus cerminan karakter masyarakat Pasaman Barat.
“Saya berpesan agar seluruh jamaah menjaga kebersamaan, saling tolong-menolong, dan menjaga nama baik daerah kita. Doakan Pasaman Barat agar semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” tambahnya.
Ketua panitia pelaksana, , menjelaskan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari manasik hingga koordinasi teknis keberangkatan. Ia memastikan para jamaah dalam kondisi siap untuk menjalankan ibadah.
“Alhamdulillah, semua calon jamaah sudah siap berangkat. Kami berharap perjalanan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan jamaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ungkapnya.
Suasana pelepasan semakin terasa emosional ketika keluarga mengantar para jamaah menuju kendaraan yang akan membawa mereka ke embarkasi. Tangisan bahagia, pelukan hangat, serta doa-doa tulus menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari momen sakral ini.
Menariknya, keberangkatan tahun ini juga diwarnai kehadiran jamaah dengan rentang usia yang kontras. Muhammad Yazid, remaja berusia 17 tahun, menjadi jamaah termuda, sementara Ibu Animar yang berusia 85 tahun tercatat sebagai jamaah tertua. Keduanya menjadi simbol semangat lintas generasi dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Selain itu, Ketua TP-PKK Pasaman Barat, , turut mendampingi jamaah dan ikut menunaikan ibadah haji tahun ini bersama Misrayanti. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah suci tersebut.
Bupati Yulianto juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan. Ia menekankan agar jamaah disiplin dalam pola makan, istirahat, dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah.
“Perjalanan haji membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Jaga pola makan, istirahat cukup, dan ikuti arahan petugas. Insya Allah semua akan berjalan lancar,” pesannya.
Pelepasan ini menjadi simbol dukungan dan kebanggaan masyarakat Pasaman Barat terhadap warganya yang menunaikan ibadah haji. Dengan doa yang mengiringi, para jamaah membawa harapan besar, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi kemajuan daerah.
