Surabaya – “Layar baru” PAN Surabaya resmi terkembang setelah Ghofar Ismail ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Surabaya periode 2026-2031. Penetapan itu menjadi titik awal konsolidasi partai berlambang matahari tersebut untuk menatap Pemilu 2029 dengan target lebih besar di parlemen kota.
Ghofar Ismail menyampaikan penetapan dirinya sebagai ketua telah melalui mekanisme rapat pleno di tingkat DPW PAN Jawa Timur. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di salah satu ruang Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (28/4/2026) siang. Dalam kepengurusan baru, Ghofar didampingi dokter Uhro sebagai sekretaris dan Yuliana Eka Wati sebagai bendahara.
“Alhamdulillah saya didaulat menjadi Ketua DPD PAN Kota Surabaya, didampingi dokter Uhro sebagai sekretaris dan Yuliana Eka Wati sebagai bendahara. Insyaallah saya akan memimpin secara amanah dan bekerja sebaik mungkin,” ujarnya.
Ghofar mengatakan, amanah tersebut akan dijawab dengan kerja organisasi yang terukur. Langkah pertama yang akan ditempuh adalah mempercepat konsolidasi internal, mulai dari tingkat pengurus harian, cabang, hingga ranting. Menurutnya, struktur partai yang kuat menjadi fondasi penting agar agenda politik PAN Surabaya berjalan efektif.
“Mulai dari pengurus harian, pengurus cabang sampai ranting akan kami selesaikan dalam tiga bulan. Ini penting agar roda organisasi berjalan dengan optimal,” tegasnya.
Selain membenahi struktur, PAN Surabaya juga mulai menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029. Ghofar menargetkan setiap daerah pemilihan di Kota Surabaya dapat menyumbangkan minimal satu kursi legislatif. Dengan lima dapil yang ada, PAN berharap mampu meraih lima kursi di DPRD Surabaya.
“Kalau ada lima dapil, harapannya bisa mendapatkan lima kursi. Syukur-syukur kita bisa membentuk satu fraksi di DPRD, yang sebelumnya belum tercapai,” jelasnya.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus pemacu bagi kepengurusan baru. Ghofar menilai kerja politik tidak cukup hanya mengandalkan popularitas partai, tetapi juga perlu kesiapan kader, jaringan akar rumput, serta komunikasi yang dekat dengan masyarakat.
Ghofar yang juga menjabat Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya menambahkan, pihaknya akan memberi perhatian serius terhadap kesiapan verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029. Persiapan itu akan disesuaikan dengan regulasi Komisi Pemilihan Umum agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kami akan memaksimalkan dan efektifkan seluruh persiapan agar proses verifikasi berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.
Pada bagian akhir, Ghofar meminta dukungan masyarakat dan insan media agar PAN Surabaya dapat memberi kontribusi lebih besar bagi pembangunan kota. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan energi positif dalam kerja politik di Surabaya.
“Kami mohon doa restu dan dukungan masyarakat serta jurnalis agar PAN bisa berkiprah dan membawa kemajuan bagi Surabaya,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, PAN Surabaya memasuki babak konsolidasi menuju Pemilu 2029. Target lima kursi menjadi penanda bahwa partai tersebut ingin tampil lebih kompetitif sekaligus memperkuat perannya dalam dinamika politik Kota Surabaya.
