Padang – Seperti papan catur yang tiba-tiba digerakkan serentak, kursi-kursi strategis di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat mendadak bergeser. Tanpa banyak gaung, rotasi besar ini justru menyisakan gema pertanyaan di ruang publik.
Mutasi yang berlangsung pada Senin (27/4/2026) itu melibatkan sedikitnya 12 Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota. Perubahan ini tidak hanya berupa promosi, tetapi juga pertukaran posisi dan pergeseran lintas daerah yang menunjukkan pola rotasi berantai. Meski lazim dalam birokrasi, skala mutasi kali ini dinilai cukup signifikan dan berdampak luas.
Salah satu sorotan tertuju pada promosi Tan Gusli yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar. Ia menggantikan Hendri Pani Dias yang dipindahkan ke posisi Kepala Kemenag Kabupaten Tanah Datar, sebuah wilayah yang dikenal memiliki kompleksitas tersendiri dalam pengelolaan pendidikan dan keagamaan.
Pergerakan tersebut memicu efek domino. Amril yang sebelumnya menjabat di Tanah Datar kini berpindah ke Kota Solok, mengisi posisi yang kosong setelah promosi H. Mustafa sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sumbar oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Kembalinya Amril ke Solok dinilai sebagai langkah strategis karena rekam jejaknya di daerah tersebut.
“Rotasi seperti ini bisa menjadi bagian dari penyegaran, tetapi juga tidak menutup kemungkinan sebagai bentuk evaluasi kinerja,” ujar seorang pengamat birokrasi yang enggan disebutkan namanya.
Di Kota Padang, posisi Kepala Kemenag kini diisi oleh Yasril yang sebelumnya bertugas di Pasaman. Sementara kursinya di Pasaman ditempati Rali Tasman dari Pasaman Barat. Pola rotasi silang ini menunjukkan adanya penataan ulang struktur yang cukup sistematis.
Perubahan juga menjalar ke sejumlah daerah lain. Thomas Febria kini mengisi posisi di Pasaman Barat, menggantikan Rali Tasman, sementara jabatan di Agam diambil alih oleh Rinalfi yang sebelumnya bertugas di Pariaman. Posisi di Pariaman sendiri kini diisi oleh Edi Oktafiandi, yang sebelumnya menjabat di Kota Padang.
“Menggeser posisi pejabat bukan hanya soal jabatan, tetapi juga bagaimana menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat,” kata salah satu sumber internal.
Di wilayah lain, H. Zulkifli dipercaya memimpin Kemenag Kota Sawahlunto, menggantikan Dedi Wandra yang kini bertugas di Kabupaten Solok. Selain itu, terjadi pula pertukaran jabatan antara Eri Iswandi dari Bukittinggi dengan Irwan dari Limapuluh Kota, pola yang tergolong jarang terjadi dalam satu momentum mutasi.
Meski rotasi ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Kanwil Kemenag Sumbar terkait dasar pertimbangannya. Hal ini memicu berbagai spekulasi di kalangan publik, mulai dari sekadar penyegaran organisasi hingga indikasi evaluasi kinerja pejabat.
Pada akhirnya, mutasi ini menjadi pengingat bahwa dinamika birokrasi terus bergerak. Di balik pergeseran jabatan, publik kini menanti jawaban: apakah ini langkah strategis untuk peningkatan kinerja, atau sinyal perubahan yang lebih besar di tubuh Kementerian Agama Sumatera Barat.
