Malang – Kolaborasi antara kampus dan pemerintah kembali menjadi jembatan solusi bagi pembangunan daerah. Melalui pertemuan strategis, gagasan akademik dipertemukan dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir dalam satu langkah sinergis yang terarah.
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Malang terkait pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Kuliah Kerja Nyata Tematik (PKM KKNT) bertajuk BAHARI 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Malang ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas dan perangkat daerah, dengan tujuan menyelaraskan implementasi program berbasis sektor perikanan dan kelautan.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FPIK UB, Asep Awaludin Prihanto, bersama Wakil Dekan I Riski Agung Lestariadi, Wakil Dekan III Fuad, serta Sekretaris BPPM Citra Satrya. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang diwakili oleh Wakil Bupati Lathifah Shohib bersama sejumlah perangkat daerah terkait.
Program BAHARI 2026 dirancang sebagai bentuk pengabdian mahasiswa berbasis tematik yang akan melibatkan sekitar 850 mahasiswa. Mereka akan diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Malang dengan pendekatan integratif yang menggabungkan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
“Program BAHARI kami rancang sebagai platform integratif antara riset, pendidikan, dan pengabdian. Mahasiswa tidak hanya hadir, tetapi membawa solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pesisir,” ujar Prof. Asep.
Dalam pemaparannya, sejumlah program unggulan turut disiapkan, di antaranya penguatan branding produk perikanan desa, pemberdayaan perempuan melalui diversifikasi olahan ikan, pengembangan wisata bahari, serta digitalisasi administrasi desa. Program ini disusun selaras dengan prioritas pembangunan daerah, termasuk penguatan UMKM dan desa wisata.
“Pendekatan yang kami gunakan bersifat kolaboratif dan berbasis kebutuhan lokal. Kami ingin memastikan program ini tidak hanya berjalan sementara, tetapi memberikan dampak berkelanjutan,” jelas Dr. Citra Satrya.
Pemerintah Kabupaten Malang menyambut positif inisiatif tersebut. Keterlibatan akademisi dinilai mampu mendorong inovasi di sektor perikanan dan kelautan, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam mengelola potensi lokal secara optimal.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam menyelaraskan program pengabdian mahasiswa dengan arah pembangunan daerah. Dengan dukungan lintas sektor, pelaksanaan BAHARI 2026 diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa sebagai pengalaman pembelajaran kontekstual maupun bagi masyarakat sebagai penerima dampak langsung pembangunan berkelanjutan.
