Tasikmalaya – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Husni Fauzi hadir sebagai potret santri yang mampu menjembatani dunia pesantren dengan perkembangan akademik modern. Keberhasilannya lolos pendanaan riset mahasiswa Universitas Terbuka (UT) menjadi bukti bahwa santri mampu membaca fenomena zaman secara ilmiah.
Husni Fauzi lahir pada 02 Desember 2000. Ia merupakan santri Pondok Pesantren Pramuka Khalifa sekaligus mahasiswa Universitas Terbuka jurusan Manajemen. Dalam kesehariannya, Husni dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan aktif, baik dalam kegiatan akademik maupun pengabdian di lingkungan pesantren.
Ia tergabung dalam salah satu dari empat tim mahasiswa UT yang berhasil memperoleh pendanaan riset nasional. Bersama timnya, Husni mengangkat penelitian berjudul “Dinamika Live Shopping dan Digital Payment terhadap Impulsive Buying Generasi Z.” Penelitian ini berfokus pada bagaimana tren belanja digital dan kemudahan pembayaran elektronik memengaruhi perilaku konsumtif generasi muda.
“Penelitian ini kami angkat karena fenomenanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan Generasi Z,” ujar Husni pada Rabu (21/4/2026).
Dalam tim riset, Husni berperan aktif dalam proses pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan laporan penelitian. Ia berkontribusi dalam mengkaji hubungan antara live shopping, digital payment, dan impulsive buying dengan pendekatan ilmiah yang sistematis.
Selain berkiprah di dunia akademik, Husni juga memiliki tanggung jawab sebagai imam masjid di lingkungan pesantren. Peran ini mencerminkan kepercayaan yang diberikan kepadanya dalam memimpin ibadah serta menjadi teladan bagi santri lainnya.
Husni juga telah mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri. Di antaranya adalah diklat imam dan khutbah yang memperkuat kemampuannya dalam bidang keagamaan, serta pelatihan bela negara yang membentuk karakter disiplin dan nasionalisme.
Kombinasi antara pengalaman akademik, peran keagamaan, dan pelatihan yang diikuti menjadikan Husni sebagai sosok santri yang komprehensif. Ia tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu mengembangkan diri dalam bidang manajemen dan penelitian.
Lingkungan Pesantren Pramuka Khalifa yang mendukung kegiatan akademik turut berperan dalam pencapaian ini. Dukungan berupa pembinaan, fasilitas literasi, serta dorongan untuk mengikuti program riset menjadi faktor penting dalam keberhasilan Husni dan timnya.
“Ini adalah peluang besar untuk belajar lebih dalam dan memberikan kontribusi melalui penelitian yang relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Pendanaan riset yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung seluruh tahapan penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga publikasi hasil. Husni berharap hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai dampak teknologi digital terhadap perilaku konsumsi Generasi Z.
Ke depan, Husni berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan akademik serta menjalankan perannya di pesantren dengan penuh tanggung jawab. Ia juga berharap dapat menginspirasi santri lain untuk aktif dalam kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Capaian ini menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia riset modern yang terus berkembang.
